Asuransi Nelayan Mandiri Minim Peminat, Sepanjang 2018 Hanya 100 Pendaftar

BUGULKIDUL – Kesadaran nelayan di Kota Pasuruan untuk mengikuti asuransi secara mandiri rupanya sangat rendah. Dari ribuan nelayan, hanya ratusan saja yang mengajukan asuransi secara mandiri. Pemkot pun mengaku tidak bisa memaksa mereka untuk ikut asuransi.

Sekretaris Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Iskandar M mengungkapkan jumlah nelayan di Kota Pasuruan mencapai 2.070 orang. Seluruh nelayan ini sudah pernah diikutkan program asuransi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Namun, program asuransi ini hanya berlangsung satu tahun. Dan sebanyak 1.359 nelayan sudah habis masa asuransinya karena mereka mengikuti program ini pada 2016 lalu. Mereka tetap dapat ter-cover asuransi asalkan mengikuti asuransi secara mandiri.

Sayangnya, tidak semua nelayan ini mengajukan asuransi mandiri. Sepanjang 2018, Dinas Perikanan hanya menerima pengajuan 100 nelayan untuk ikut asuransi mandiri. Karena itulah, Dinas Perikanan rutin mengadakan sosialisasi melalui kelurahan.

“Dari ribuan nelayan, hanya 100 orang yang tertarik. Kami akan terus mengajak mereka untuk ikut asuransi mandiri. Namun, kami tidak bisa memaksanya,” jelasnya.

Iskandar sangat menyayangkan kondisi ini. Pasalnya, banyak manfaat dengan mengikuti program asuransi. Keselamatan jiwa nelayan lebih terjamin. Ia lantas mencontohkan jika nelayan tersebut mengalami musibah kecelakaan di laut maupun di darat, maka ia dapat mencairkannya.

“Kami hanya sebatas mengimbau. Nelayan mau ikut atau tidak, terserah mereka. Yang jelas, kami berharap agar nelayan dapat ikut asuransi,” pungkas Iskandar. (riz/fun)