Sudah Jadi, Pasar Grati Dimanfaatkan Tahun Depan

GRATI – Revitalisasi Pasar Grati, Kabupaten Pasuruan, ditarget rampung pada 28 Desember 2018. Namun, ternyata bisa lebih cepat. Kini, salah satu pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan itu telah rampung dan siap dioperasikan.

LEBIH BESAR: Bangunan pasar Grati yang lebih luas dari sebelumnya. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, meski sudah rampung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan berencana baru akan memfungsikannya mulai awal tahun depan. Alasannya, kini masih melakukan verifikasi pedagang lama.

“Setelah selesai, saat ini mulai dilakukan verifikasi pedagang lama yang akan menempati. Sehingga, awal Januari mendatang (2019) sudah bisa langsung ditempati,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen Disperindag Kabupaten Pasuruan M. Saifudin Zuhri.

Menurutnya, revitalisasi Pasar Grati sudah selesai sejak 19 Desember 2018. Sehingga, pada awal tahun depan sudah siap difungsikan. “Semua pembangunannya sudah selesai, baik dari kios dan los sudah selesai,” ujarnya.

Pasar Grati menjadi salah satu pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan yang tahun ini mendapat anggaran Rp 5,8 miliar dari APBN Tugas Pembantuan. Dana itu untuk merevitalisasi satu bangunan di sisi utara pasar. Sebelumnya, bangunan ini berisi sejumlah kios dari kayu dan seng. Sehingga, kondisi pasar tampak kumuh dan kurang tertata.

Revitalisasi Pasar Grati telah rampung. Kini, dalam satu bangunan itu terdapat 60 kios dan 150 lapak. Pengerjaan revitalisasi pasar ini lebih cepat dari target yang ditentukan. Proyek pasar ini diberi tenggat waktu sampai 28 Desember 2018.

Dengan rampungnya revitalisasi ini, diharapkan membuat aktivitas perekonomian di Pasar Grati makin menggeliat. Serta, menjadi pasar yang lebih representatif, modern, dan bersih, sehingga membuat para pedagang dan pembeli lebih nyaman datang ke Pasar Grati.

“Harapan kami bisa difungsikan secepatnya. Awal tahun nanti akan kami evaluasi pedagang-pedagang yang sudah kami data untuk bisa menempati kios dan lapak yang tersedia,” ujar M. Saifudin Zuhri. (eka/tom/fun)