Skate Park Anyar di GOR A. Yani Dinilai Membahayakan, Alasannya…

MAYANGAN – Keinginan Komunitas Skateboard Kota Probolinggo memiliki skate park sendiri, akhirnya diwujudkan Pemkot Probolinggo. Pembangunan telah dilakukan dan berlokasi di belakang GOR Ahmad Yani Kota Probolinggo.

Namun, keberadaan skate park itu masih dikeluhkan karena dinilai tidak sesuai harapan. “Ukuran skate park ini tidak standar. Panjang optikel satu dengan optikel lain terlalu pendek, sehingga membahayakan bagi penggunanya,” ujar Pengurus Komunitas Skateboard Probolinggo, Imron.

Akibatnya, lengkungan skate park terlalu curam untuk digunakan bermain skateboard. Imron mengaku, pihak komunitas sudah meminta agar dilibatkan dalam pembangunannya. “Saya sudah menghubungi pihak kontraktor, tapi tidak direspons. Kami sudah mengajukan agar dilibatkan,” ujarnya.

Dengan kondisi skate park yang tidak sesuai ini, Imron mengaku, komunitasnya sulit untuk menggunakan sebagai tempat kegiatan latihan. Karena risiko cedera bagi pemain jika tetap digunakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo Amin Fredy mengatakan, pembangunan skate park sudah melibatkan dari komunitas skateboard. “Sudah melibatkan komunitas kok. Ini nanti pembangunan skate park akan dilakukan peninjauan untuk menentukan layak atau tidaknya,” ujarnya.

Amin menjelaskan, pembanguann skate park ini menggunakan Detail Engginering Desaign (DED) 2016. Tidak ada perubahan terhadap DED.

Sementara itu, Moch Maskur, kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo mengaku mengetahui kabar mengenai komunitas skateboard memprotes pembangunan skate park.

“Sudah dengar terkait itu. Namun, untuk pembangunan skate park dilakukan oleh Dinas PUPR. Baru setelah selesai diserahkan kepada Disdikpora,” ujarnya. (put/rud)