Gara-gara Kotoran Kucing, Kantor Dewan jadi Gempar

PROBOLINGGO – Kantor wakil rakyat biasanya ramai jika ada aksi unjuk rasa ataupun rapat penting. Tapi, apa jadinya jika ada agenda rapat, kantor tempat para legislatif ngantor mendadak gempar gara-gara ada kotoran kucing.

Itulah yang terjadi ketika Tole (nama samaran), menginjak kotoran kucing lalu mampir ke kantor dewan. Di saat yang bersamaan, kantor tersebut sedang melaksanakan rapat. Akhirnya, satu ruangan gaduh dibuatnya.

Kejadian itu bermula ketika Tole menghadiri pertemuan yang berada di kantor dewan di salah satu wilayah. Namun ketika Tole hendak masuk, tak disangka Tole menginjak kotoran kucing yang berada di sekitar area parkir.

Lantaran tak tahu jika ia menginjak kotoran kucing, Tole santai saja saat masuk ruangan pertemuan. Tole duduk disamping Minthul, temannya. Selang beberapa menit, hidung Minthul terasa mencium aroma yang tak sedap. Bahkan, Minthul mual dibuatnya.

Lantaran tak kuat dengan bau tersebut, Minthul bertanya kepada Tole. “Sepertinya ada bau bangkai ya Pak. Tapi kalau diresapi lagi seperti bau kotoran kucing,” terang Minthul dengan polosnya.

Tole yang pada akhirnya juga merasa ada yang aneh, membenarkan perkataan Minthul.Tole pun memeriksa semua yang ada di sekitarnya, termasuk telapak sandal yang dipakainya.

Ternyata benar, di telapak sandal yang dipakai telah menginjak kotoran kucing. Alhasil Tole langsung keluar ruangan untuk membersihkanya. Setelah dibersihkan, Tole kembali duduk di samping Minthul.

Rupanya, meski sudah dibersihkan dengan cara menggesekkan telapak sandalnya ke tanah yang berada di luar ruangan, tak membuat bau kotoran kucing itu hilang. “Aduh Pak kok masih bau. Tidak dibersihkan ta, Pak?,” ucap Minthul.

Tole yang ditanya, rupanya hanya senyum saja. Dia merasa percaya diri jika kotoran kucing yang menempel di sandalnya sudah dibersihkan. Sehingga, dia tetap duduk di samping Minthul. Alhasil, Minthul pun memutuskan untuk pindah tempat duduk.

Tak lama kemudian, Brudul, teman lainnya menghampiri Minthul. Brudul mengatakan bahwa di ruangan dewan kali ini tak seperti biasanya. Ada aroma yang tidak sedap. “Kok ada yang aneh ya Minthul? Ruangan pertemuan di dewan ini tak seperti biasanya,” terang Brudul yang juga sering berkunjung ke kantor dewan tersebut.

Melihat Minthul dan Brudul asyik ngobrol, Tole pun menghampirinya. Namun, kedatangan Tole membuat Brudul malah tambah sesak napas. “Di ruang ini baunya tidak enak, tidak seperti biasanya. Kamu datang kok baunya tambah gak enak,” tandas Brudul pada Tole.

Akhirnya Minthul menceritakan jika sebelum masuk ruangan Tole sempat menginjak kotoran kucing. Akibatnya, satu ruangan bau kotoran kucing.

Mendengar perkataan Minthul, Brudul langsung meminta Tole untuk mencuci sandalnya lagi. Namun, bukan sekadar digesekkan ke tanah. Melainkan dicuci dengan sabun dan air.

“Ini kantor dewan bukan pasar atau TPS, Le (Tole). Cuci dulu sandalmu itu biar rapatnya tidak jadi kacau akibat aroma yang tidak sedap,” pungkas Brudul. (rpd/fun)