SPBN di Kraton Baru Operasi Awal Tahun Depan

BANGIL – Sudah sekitar 3 bulan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Kraton, Kabupaten Pasuruan, tidak beroperasi. Karenanya, para nelayan harus membeli solar ke SPBU. SPBN yang tak beroperasi karena kehabisan stok solar ini, diperkirakan baru akan beroperasi pada awal tahun depan.

Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alamsyah Supriadi mengatakan, sejak awal September 2018, dua SPBN di Kabupaten Pasuruan, kehabisan kuota. Meliputi SPBN di Kalirejo Kraton dan Jatirejo Lekok. “Sementara sejak November lalu baru SPBN di Lekok yang diberikan kuota tambahan,” ujarnya.

Karenanya, hampir 3 bulan SPBN di Kraton tidak beroperasi. Nelayan sekitar juga harus membeli solar di luar SPBN. Namun, Dinas Perikanan memastikan SPBN Kraton akan dioperasikan pada awal 2019. Menunggu kuota solar yang baru di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Alamsyah mengatakan, sejak menjelang habis masa kuota bulan Agustus lalu, Dinas Perikanan melalui PT AKR selaku pengelola sudah mengajukan tambahan kuota untuk 2 SPBN di Kabupaten Pasuruan. Sayang sampai kuota tahunan yang mencapai 200 ribu liter ton habis, Kementerian ESDM belum menambah kuota di SPBN Kraton. “Sementara ini yang dicukupi hanya SPBN di Lekok, sedangkan SPBN Kraton masih menunggu kuota awal tahun depan,” jelasnya.

Salah seorang nelayan Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton Zainuddin, 30, berharap segera ada penjualan solar lagi di SPBN Kraton. Seban, jika membeli solar eceran harganya bisa lebih mahal. “Kalau di SPBN sama dengan di SPBU Rp 5.150 per liter, kalau di eceran lebih mahal bisa Rp 6.700 per liter. Padahal, sekali melaut bisa habis 10-15 liter,” ujarnya. (eka/fun)