Pelaku Pembacokan di Jalan Pahlawan dan Jalan Juanda Diduga dari Luar Kota

BUGULKIDUL – Para pelaku kasus pembacokan di wilayah hukum Polres Pasuruan, Sabtu (11/12) lalu, masih belum tertangkap. Korps Bhayangkara menyebut, pelaku diduga merupakan warga luar Kota Pasuruan.

TKP LAIN: Korban Mohammad Syafri Samsuddin yang juga dibacok Sabtu (11/12) di Jalan Juanda. (Dok. Radar Bromo)

Kapolsek Bugulkidul Kompol Maryono mengaku, sudah meminta keterangan kedua korban pembacokan. Namun, tidak banyak yang diketahui mereka, kecuali ciri-ciri fisik luar, seperti pakaian dan sepeda motor yang digunakan.

Dari keterangan mereka diketahui, jika Alwi Hidayat sempat ngopi di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan. Sekitar pukul 21.30 WIB, ia bersama empat temannya hendak pulang ke Kraton. Dalam perjalanan pulang, ia dihadang kawanan pelaku di depan pos polisi di Jalan Pahlawan.

Pelaku sempat mengeluarkan celurit sebelum merampas smartphone milik korban dan lari ke selatan. Sementara, Mohammad Syafri Samsuddin juga sempat ngopi bersama empat temannya di daerah Krampyangan.

Sekitar pukul 21.00 WIB, mereka memutuskan pulang ke Rejoso. Setibanya di Simpang Empat Bugulkidul, salah seorang pelaku menanyakan asal korban dan langsung membacoknya saat mengetahui dia dari Rejoso. “Kedua korban sudah kami periksa. Keterangan yang kami dapatkan tidak berbeda dari saksi teman korban. Saat ini, kami masih terus menyelidikinya,” ujar Maryono.

Maryono menyebut pihaknya belum bisa memastikan keterkaitan kedua peristiwa ini. Termasuk, dugaan pelaku orang yang sama. Namun, ia menduga pelaku berasal dari luar Kota Pasuruan. Karenanya, pihaknya bekerja sama dengan tim buser Polresta untuk memburu pelaku.

“Kemiripan memang ada, cuma kami tidak berani berasumsi. Terkait modus, ada kemungkinan pelaku mengincar motor kedua korban. Ini yang masih kami ungkap,” ujar perwira dengan satu melati ini.

Diketahui, dua aksi pembacokan terjadi dalam semalam di Kota Pasuruan, Sabtu malam (8/12). Alwi Hidayat dan Mohammad Syafri Samsuddin dibacok empat kawanan pria tidak dikenal. Akibatnya, mereka harus dirawat di ruang instalasi gawat darurat RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan. (riz/fun)