Jika Suami Ogah Biayai Pernikahan Adik Ipar

BANGIL – Masalah keluarga besar bisa berpengaruh terhadap keharmonisan dalam rumah tangga. Seperti yang dialami oleh Minthul dan Tole (nama samaran), pasutri asal Bangil.

Gara-gara Tole, 33, menolak untuk membantu membiayai pernikahan adik kandung istrinya. Justru membuat ribut keluarga dan ujung-ujungnya membuat rumah tangga mereka pun harus berakhir di Pengadilan Agama Bangil.

Minthul, 30, mengatakan benar-benar tidak menyangka bahwa pernikahannya harus berakhir sampai seperti ini. Padahal sebenarnya pernikahan adik kandungnya adalah kabar gembira, tapi harus dibayar dengan perceraiannya sendiri.

“Harusnya seneng adik bisa nikah, tapi ini saya malah ngenes karena malah terancam cerai,” keluhnya.

Pernikahannya dengan Tole memang sudah berjalan 5 tahun. Namun selama itu pula, permasalahan ekonomi kerap menjadi masalah yang membikin rumah tangganya kurang harmonis.

Sebelum menikah, Tole dan Minthul sejatinya sama-sama bekerja di pabrik. Sehingga dari dua pemasukan sejatinya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun takdir berkata lain setelah Minthul melahirkan anak pertama dan anak pertama sering sakit-sakitan. Mau tidak mau Minthul mengalah dan memilih berhenti bekerja dan fokus mengurus anak. Setelah menikah, Minthul memang masih numpang di rumah orang tuanya. Namun karena anak terus-terusan sakit, orang tua Minthulpun angkat tangan.

Memang setelah fokus dijaga sendiri oleh ibu kandung, anaknya berangsur menjadi sehat. Namun memang hal tersebut berimbas pada penghasilan keluarga karena hanya Tole saja yang bekerja. Sehingga sampai 5 tahun menikah, Tole dan Minthul memang tidak bisa mandiri dan tetap tinggal bersama orang tua.

Hal ini tentu saja menjadi cibiran tersendiri bagi keluarga Minthul. Utamanya karena menganggap numpang dan tidak membayar tempat tinggal. Setelah lama numpang, ibunda Minthul meminta agar Tole mau ikut membantu iuran terkait adik Minthul yang juga akan segera menikah dan butuh biaya.

“Awalnya ya berat karena kami sendiri gak ada tabungan. Tapi ya mau gimana, kami iyain dulu soalnya juga gak enak sama orang tua,” jelasnya.

Awalnya Tole mau membantu dengan mencoba berhutang ke koperasi pabrik. Tapi ternyata cukup sulit lantaran mereka masih ada tanggungan hutang yang belum dibayar. Hutang sana-sini juga belum dapat. Sehingga Tolepun terang-terangan menolak untuk membantu karena memang juga butuh duit untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak disangka, penolakan Tole untuk ikut membantu malah menjadi perang dalam keluarga besar. Tole dianggap mantu durhaka bahkan dianggap selama ini hanya numpang tidur dan makan saja.

“Memang sih Tole kasih duit belanja juga gak besar. Soalnya dia juga masih ada tanggungan biayain keluarga dan adik-adiknya,” jelasnya.

Tapi keadaan tersebut justru membuat hubungan Minthul dan Tole juga keluarga besar tidak baik. Bahkan sangking tidak enaknya, membuat Tole memilih pergi dari rumah karena tertekan. Karena situasi tidak nyaman tersebut ujung-ujungnya membuat hubungan tidak baik. Bahkan Tole tidak lagi memberikan uang bulanan kepada Minthul.

“Karena Tole makin gak jelas, ya sudah saya gak perbolehkan lagi ketemu sama anaknya dan akhirnya pilih cerai saja,” pungkasnya. (eka/fun)