Setahun, Ada 110 Buku Dibuat Guru di Kota Probolinggo

PROBOLINGGO – Kegiatan literasi oleh guru digaungkan di kalangan tenaga pendidik di Kota Probolinggo. Dalam waktu setahun, ada 110 buku yang dihasilkan oleh guru-guru di Kota Probolinggo.

Program yang mengusung tema, “Satu Guru Satu Buku” ini telah dimulai sejak Februari 2018. Dengan kegiatan pelatihan yang diikuti dua angkatan guru berjumlah 160 orang.

“Dari dua angkatan ini, setiap guru diwajibkan untuk menulis satu buku. Total ada 110 buku yang ditulis oleh guru-guru ini,” ujar Sudarmanto, kepala SMPN 7 Kota Probolinggo, Jumat (21/12).

Sudarmanto mengakui, ada guru yang memang belum menulis karyanya dari peserta program workshop penulisan ini. Namun, ada juga guru yang produktif menulis.

“Ada satu guru yang sampai menulis tujuh buku dalam jangka waktu satu tahun ini,” ujarnya.

Program ini dilakukan Februari-Mei serta Juni-Agustus 2018. Kegiatan yang dilakukan antara lain workshop dan pelatihan menulis yang diikuti guru dari TK, SD, dan SMP.

“Yang ditulis dalam karya buku ini mengangkat tema pendidikan. Bebas menentukan ide pokoknya, tapi tetap temanya adalah pendidikan,” ujarnya.

Sudarmanto menjelaskan, tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru. Terutama dalam kegiatan menulis.

“Untuk mendapatkan kenaikan pangkat guru-guru harus bisa menulis karya ilmiah. Makanya, perlu dilanjutkan program seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Moch Maskur, kepala Disdikpora Kota Probolinggo memastikan bahwa program literasi ini akan berlanjut tahun 2019. “Program ini sebagai kegiatan pembinaan terhadap guru-guru untuk meningkatkan kemampuan dalam berliterasi. Jadi, tetap dilanjutkan program Satu Guru Satu Buku,” ujarnya.

Maskur berharap, karya guru ini bisa dibaca lebih banyak kalangan. “Termasuk juga kalangan pendidik dan siswa,” ujarnya. (put/hn)