Meski Divonis Setahun, Bos PT TAP di Gempol Tak Langsung Dipenjara Karena Ini

BANGIL – Meski majelis hakim sudah memvonis Yohanes selama setahun penjara, presiden direktur PT Tirtajaya Adi Perkasa (TAP) tak langsung masuk penjara. Bos pabrik alas kaki tersebut masih bisa melenggang kangkung karena putusannya belum inkracht. Hal ini lantaran upaya banding yang ditempuh pihak terdakwa.

“Kami akan banding karena putusan hakim mengesampingkan fakta-fakta yang kami siapkan. Kasus ini sudah melalui proses di Disnaker dan sudah ada putusan yang memenangkan perusahaan. Tapi, kenapa hal ini tidak jadi pertimbangan,” tukas Erna, pengacara terdakwa penuh kecewa.

Jika Yohanes mengajukan banding, Hendi, JPU Kejari Kabupaten Pasuruan memilih pikir-pikir atas putusan tersebut.

Diberitakan radarbromo.co.id ini sebelumnya, kasus ini bermula dari persoalan penangguhan upah yang dilakukan pihak perusahaan alas kaki tersebut. Kasus berlangsung sekitar 2016 lalu. Di mana pihak perusahaan tidak membayarkan penangguhan upah terhadap buruh sebesar Rp 500 ribu selama enam bulan untuk 72 buruh.

Selain itu, pihak perusahaan juga tidak mengikutsertakan buruh terhadap program pemerintah berupa BPJS. Hal inilah yang membuat buruh melakukan langkah. Berbagai upaya dilakukan, sampai akhirnya ranah hukum dengan mempidanakan pihak perusahaan. (one/fun)