Melintas Tol Paspro-Gempas Seksi 3 Gratis, tapi Tetap Pakai E-Toll

PROBOLINGGO–Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) resmi mulai difungsionalkan mulai Jumat ini (21/12) hingga 2 Januari 2018. Difungsionalkannya tol tersebut selain uji coba, juga dimaksudkan mengatasi kemacetan saat libur Natal dan tahun baru. Hanya saja, ruas jalan tol itu sejatinya belum sempurna. Karena itu, pengelola memberikan batasan bagi pengendara yang melintas.

Agus Minarno, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Paspro mengatakan, pengendara wajib mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Di antaranya, catatan waktu maksimal jalan untuk menempuh tol sepanjang 31,1 kilometer itu hanya 40 kilometer per jam.

Hasil survei Jawa Pos Radar Bromo, jika dihitung dengan kecepatan sekitar 60-80 kilometer per jam, maka jarak Grati-Leces itu bisa ditempuh dalam waktu 23 menit saja. Padahal, jika dibandingkan lewat jalur pantura, bisa sekitar 45 menit.

PPK Tol Agus Minarmo, pada saat dijumpai koran ini di kantornya mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan banyak pihak terkait rencana pemfungsian tol secara sementara.

“Mengenai kesiapannya, kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak terkait. Mulai dari Dinas Perhubungan, Dirlantas, Satlantas Polres Probolinggo Kota dan Kabupaten, termasuk Pasuruan, PT Trans Jawa, PT Waskita selaku pelaksana. Sehingga, paling tidak menjelang Natal dan tahun baru bisa difungsikan,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Agus itu menambahkan, guna menjaga keselamatan bersama pada saat fungsional. “Maka diimbau agar pengguna jalan tetap menaati peraturan atau rambu-rambu yang telah dipasang,” katanya.

General Manager PT Waskita Sutriman membenarkan bahwa beberapa titik masih dilakukan pengerjaan. Tepatnya di STA 13-500 yang berada di Desa Wringin Anom, Tongas dan STA 22-050 yang berbada di Muneng, Sumberasih. Namun, ia pastikan hari ini bisa dilewati. Hanya saja di titik tersebut terjadi penyempitan. Yakni, hanya satu lajur saja yang bisa difungsikan.

“Untuk di titik itu terjadi penyempitan, sebab masih ada pekerjaan. Sehingga, yang digunakan satu lajur. Selebihnya bisa dipakai dua lajur. Diperkirakan pekerjaan itu selesai sampai tanggal 24 Desember,” pungkasnya.

Tol Leces, Pobolinggo-Grati, Pasuruan fungsi setengah hari. Tol Paspro dari seksi I  hingga III dengan panjang 31,1 km itu difungsikan mulai pukul 07.00 hingga 17.00. Selain itu, pengguna jalan harus menggunakan kartu tol elektronik (E-Toll). Jika tidak, maka dipastikan pengguna tidak bisa melintasi tol Paspro.

Seperti yang diungkapkan oleh General Manager PT Waskita Sutriman, menurutnya, secara teknis aturan yang disepakati untuk Tol Paspro yakni mulai pukul 07.00 hingga 17.00. Aturan itu berlaku mulai 21 Desember hingga 2 Januari mendatang, tepatnya ketika  tol difungsikan.

Selain itu, untuk uji coba atau laik fungsi yang berlangsung selama 13 hari ini hanya dilintasi oleh kendaraan pribadi. Soal penggunaan kartu tol elektronik, menurutnya, untuk pembiasaan saja. Semua hal yang berkaitan dengan operasional, juga difungsionalkan. Kendati demikian, kartu tol elektronik ini hanya dipakai untuk masuk saja. Saldo tidak akan berkurang.

Selain itu, bagi kendaraan yang melintas, dilarang keluar atau masuk lewat jalan desa. Artinya, kendaraan harus keluar-masuk lewat pintu tol. Guna mengantisipasi kendaraan yang masuk dan keluar lewat jalan desa, maka nantinya akan ditempatkan petugas di beberapa titik tersebut.

“Ada sekitar 4 titik yang dijaga petugas. Mengingat di sana juga ada jalan desa. Sehingga, warga tidak bisa masuk dan keluar lewat jalan desa. Harus masuk dan keluar lewat pintu tol,” imbuhnya.

Tak hanya itu, untuk sementara pengguna jalan dibatasi dengan kecepatan  40-50 kilometer per jam. “Ada beberapa titik yang masih diselesaikan. Jadi, pengguna untuk tidak melebihi batas. Mengingat di sana juga masih ada pekerja,” tandasnya. (rpd/mie)