TKD yang Dijual Mantan Kades Brumbungan Lor Bakal Disita

KRAKSAANMantan Kepala Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Rohmad telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Kini, Kejari Kabupaten Probolinggo akan menyita tanah kas desa seluas 0.513 hektare yang dijual Rohmad.

Kasi Pidsus Kajari Kabupaten Probolinggo Novan Basuki Arianto mengatakan, meski tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik, proses penyidikan tetap bisa dilanjutkan.

“Dalam waktu dekat kami akan menyita tanah kas desa yang telah dijual tersangka. Karena meski tersangka belum penuhi panggilan penyidik, proses penyidikan tetap lanjut,” katanya.

Novan menjelaskan, pihaknya telah menetapkan tersangka dalam DPO. Alasannya, empat kali tak pernah memenuhi panggilan penyidik. Pihaknya juga sudah berusaha mencari keberadaan tersangka. Namun, kepala Desa Brumbungan Lor periode 2008-2014 itu tidak ada di rumahnya di Desa Brumbungan Lor. “Kami berharap iktikad baik tersangka untuk memenuhi panggilan penyidik,” ujarnya.

Diketahui, Rohmad disangka menjual tanah kas Desa Brumbungan Lor seluas sekitar 0,513 hektare pada 2011. Tanah itu dijual kepada Robani, warga Kota Denpasar, Bali seharga Rp 415 juta.

Sedangkan, Robani tidak mengetahui tanah yang dibelinya merupakan aset desa. Sebab, tersangka telah merekayasa dan mengalihkan tanah kas desa sampai menjadi tanah bersertifikat.

Sedangkan, Kades Brumbungan Lor Erik Wahyudi mengaku, kini tidak mengelola tanah kas desa itu. Saat dirinya menjabat sebagai kades mulai 2014, tanah itu sudah berpindah tangan. “Seharusnya tanah kas desa itu dikelola kepala desa, tidak boleh dijual,” ujarnya. (mas/rud)