Tolak Outsourcing dan PHK, Buruh Pabrik Es Batu di Prigen Datangi Kantor Disnaker Pemprov Jatim

PANDAAN – Puluhan massa buruh dari PT Es Mineral Sumber Abadi (EMSA), Rabu (19/12) pagi mendatangi kantor pengawas ketenagakerjaan (Wasnaker) milik Disnaker Pemprov Jatim di Pandaan. Kedatangan mereka untuk melakukan protes sekaligus wadul, atas kebijakan pabrik mereka yang berlokasi di Dusun Konang, Desa Sukoreno, Prigen.

Puluhan buruh itu sebelumnya melakukan pawai dari pasar wisata Cheng Hoo ini. Mereka mengendarai motor dan mobil pikap hingga kantor Wasnaker. Sembari membawa pengeras suara dan sejumlah banner, mereka ingin mengadu atas apa yang terjadi di tempanya bekerja.

“Sengaja kami berbondong ke kantor Wasnaker ini, untuk mengadukan nasib para pekerja menyangkut kasus ketenagakerjaan di pabrik kami,” ungkap Agung Purwanto, selaku korlap aksi.

Agung mengungkapkan, sedikitnya 57 karyawan dilarang bekerja dan sekaligus di PHK. Penyebabnya, gara-gara menolak keputusan perusahaan akan mengalihkan hubungan kerja ke pihak ketiga, atau outsourcing.

Sebelumnya, sekitar 26 9 karyawan lainnya juga telah di PHK perusahaan pada Oktober tahun lalu. Padahal ke 26 karyawan tersebut selama ini berstatus menjadi karyawan tetap, sama dengan 57 karyawan telah di PHK beberapa hari yang lalu.

“Keputusan yang dilakukan pihak manajemen perusahaan adalah ngawur dan menyalahi aturan yang ada. Termasuk jika harus di outsourcing. Seharusnya kompensasi harus jelas, sesuai ketentuan,” jelasnya.

Maka dari itulah, pihaknya beserta karyawan lainnya datang ke kantor Wasnaker. Juga sekaligus menyampaikan sejumlah tuntutan lainnya bersifat normatif, diantaranya pembayaran upah sesuai UMK, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Jika tuntutan kami ini tak dipenuhi, akan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati atau Pemkab Pasuruan,” tegasnya.

Terpisah, pihak perusahaan PT EMSA melalui Maryono selaku kuasa hukumnyamengatakan, langkah dan keputusan ditempuh perusahaan bagian dari penyelamatan kondisi perusahaan.

“Ini hanya pengalihan status saja, dan tidak merubah apapun. Tentunya tetap dapat kompensasi pula, dan saat ini memang belum ada titik temu saja. Untuk tuntutan lainnya, sebagian sudah dipenuhi oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.

Sementara itu, A. Imam Ghozali dari kasi PPHI Disnaker Kabupaten Pasuruan. Persoalan menyangkut hubungan industrial antara karyawan dan manajemen PT. EMSA, kini dalam proses dan ditangani penyidik dari Disnaker Pemprov Jatim. (zal/fun)