Berebut Warisan, usai Kena Pacul Balas Bacok Kakak Ipar hingga Tewas

KURIPAN-Aksi perkelahian antara kakak dan adik ipar di Dusun Krajan, Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo direkonstruksi, Selasa (18/12). Rekontruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara kasus itu.

Dalam rekontruksi itu, ada sedikitnya 6 adegan yang diperagakan oleh pelaku Madin alias Arman, 60. Mulai dari cekcok antara ia dengan korban Samat, 65. Hingga berujung ke aksi pembacokan.

AKP Kusmidi, Kapolsek Kuripan menjelaskan, dari hasil rekontruksi itu didapatkan fakta baru. Yaitu, fakta adanya perkelahian terlebih dulu sebelum korban tewas.

“Jadi setelah cekcok itu, korban (Samat) memukul pelaku dengan cangkul. Tetapi, saat itu pelaku berhasil menangkis dengan tangan,” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Perkelahian antara keduanya masih terus berlanjut. Setelah itu, pelaku yang tidak terima karena dipukul dengan cangkul  melakukan serangan balik. Yakni, mendorong korban hingga terjatuh.

Korban yang masih kuat akhirnya bangun kembali. Ia lantas menyerang balik pelaku. “Korban kemudian memukul lagi. Kena kepalanya (pelaku). Selanjutnya, pelaku seketika terjatuh. Saat pelaku terjatuh, disampingnya itu ada sabit yang langsung diambilnya,” jelasnya.

Nah, usai mendapatkan sabit, pelaku langusng menyabetkannya kepada korban. Usai mendapat disabet sabit, korban tersungkur dan langsung meninggal.

Kepada polisi, pelaku mengaku tak berniat membunuh korban. “Setelah kejadian itu (pembacokan), pelaku langsung diseret oleh saksi yaitu istrinya sendiri dan dibawa pulang,” jelasnya.

Sekitar dua jam dari aksi pembacokan, pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Pelaku dimankan di rumah salah seorang warga.

Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi pembunuhan itu dipicu perebutan warisan. “Berebut warisan berupa tanah sawah yang digarap bergantian oleh pelaku dan korban,” terangnya.

Diketahui, warga Dusun Krajan, Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo digegerkan dengan tewasnya Samat, 65, warga setempat. Warga semakin geger saat mengetahui jika korban tewas di tangan Madin alis Arman, 60, adik iparnya sendiri. Kakak dan adik ipar itu terlibat bacokan hingga membuat sang kakak ipar tewas. (sid/mie)