Pengerjaan Fisik Tol Probowangi Seksi 4 Mulai Februari

PROBOLINGGO – Proyek tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) seksi 4 yang merupakan proyek lanjutan tol Paspro sejauh ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Rencananya, pembangunan fisik atau konstruksinya direncanakan mulai Februari mendatang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Probowangi, Agus Minarno mengatakan, seksi 4 tersebut nantinya dibangun sepanjang 13,7 kilometer. Dimulai dari Desa Clarak, Kecamatan Leces, sampai Desa Suko, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Dari hasil kelayakan uji publik yang dilakukan, lahan yang dibutuhkan sebanyak 130 hektare. Lahan itu sudah termasuk aset pemerintah dan Tanah Kas Desa (TKD).

Sedang infrastruktur yang akan terdampak pembangunan jalan tol, hanya 2 persen berupa permukiman warga. Sisanya sebesar 98 persen merupakan lahan sawah dan ladang milik warga. Dana yang dihabiskan untuk pembebasan lahan, kata Agus, mencapai Rp 400 miliar.

“Dana itu hanya pembebasan lahan milik warga dan uang ganti permukiman. Artinya, belum termasuk dana investasi konstruksi. Tahapannya sudah dilakukan pengukuran oleh BPN, kemudian untuk inventarisasi identifikasi sedang berjalan,” terangnya.

Sementara, infrastruktur terdampak lainnya berupa TKD, jalan desa, jalan kabupaten, saluran irigasi, dan jembatan, setelah dikalkulasi jumlahnya sebanyak 93 titik. Tahapan pembebasan lahan dimulai dari arah barat dan setelah lahan warga dibebaskan, pekerjaan fisik atau konstruksi akan dimulai.

“Jadi, tidak perlu menunggu pembebasan lahan selesai. Begitu lahan sudah dibebaskan, konstruksi langsung dikerjakan,” katanya. Pembebasan lahan ditargetkan rampung tahun ini. Sedangkan pekerjaan fisik atau konstruksinya ditarget selesai Februari tahun depan. Satu bulan kemudian, sekitar Maret-April akan dioperasionalkan.

“Kami kebut pekerjaannya karena kami juga akan menyegerakan proyek tol berikutnya. Setelah seksi IV selesai, kami langsung mengerjakan proyek tol Probowangi,” tandasnya. (rpd/rf)