Usai Bencana, Warga Andungbiru Kesulitan Air Bersih dan Listrik Padam

KRAKSAAN – Hari ketiga pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, situasi di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, belum pulih. Tidak hanya akses jalan, warga juga kesulitan air bersih dan listrik.

Maklum, musibah itu juga merusak jaringan listrik dan pipa PDAM. Kamis (13/12), petugas PLN tengah memperbaiki aliran listrik yang rusak. Hanya di Dusun Krajan, Desa Andungbiru, yang sudah selesai perbaikannya.

Sedangkan dusun-dusun yang terisolasi, masih dalam proses perbaikan. Yakni, Dusun Kedaton dan Lawang Kedaton. Sebab, ada dua trafo yang masih bermasalah dan perlu perbaikan.

”Kami masih proses perbaikan aliran listriknya. Sekarang listrik sudah hidup kembali, tapi masih sampai di Dusun Krajan,” kata Budiono, salah satu pekerja yang tengah memperbaiki listrik.

Proses perbaikan sendiri dikatakan Budiono, tidak hanya di satu titik. Tetapi perbaikan dan pengecekan di banyak titik. Bahkan, ada beberapa tiang yang roboh atau miring yang harus dipasang baru.

”Untuk daerah atas jembatan yang putus, masih belum bisa. Di sana, ada trafo yang rusak juga butuh perbaikan,” ungkapnya.

Selain itu, kesulitan air bersih saat ini menjadi pokok persoalan masyarakat terdampak bencana banjir longsor. Bagi masyarakat tempat tinggalnya tidak jauh dari sumber air terjun di tepi jalan dekat kantor balai desa, masih bisa teratasi. Tetapi, bagi warga dusun-dusun yang jauh dari sumber air terjun, sangat membutuhkan air bersih.

Kades Andungbiru Essam mengatakan, selain kebutuhan makanan, warganya juga membutuhkan air bersih. Sebab, sumber air dari pipa-pipa PDAM itu sudah tak mengalir. Sedangkan air sungai, kondisinya kotor penuh lumpur tanah.

”Ada air terjun Andungbiru yang ada di tepi jalan. Yang dekat dengan air terjun enak, tapi yang jauh, ya kesulitan air bersih,” katanya.

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo tidak menampik aliran air PDAM untuk masyarakat terganggu. Pihaknya kini tengah berupaya mengebut perbaikan perpipaannya, supaya hari ini bisa mengalir. ”Untuk penanggulangan, air bersih di-droping oleh BPBD menggunakan truk tangki,” ujarnya.

Gandhi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berusaha menyelesaikan perbaikan. Ditargetkan terpasang Kamis sore. Sehingga, tidak mengganggu pelayanan di tiga desa itu.

Mengingat, akibat bencana itu, dua tandon yang dimiliki PDAM di daerah atas, rusak parah tertimpa longsor. “Ada sekitar 250 meter pipa 4 dim yang hilang karena terbawa banjir bandang,” katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan, pasca kejadian bencana, banyak yang harus dikerjakan dan dipenuhi untuk korban bencana.

Pihaknya tidak hanya memikirkan membuka akses jalan, tetapi kebutuhan makan sehari-hari diperhatikan. “Kalau air bersih, kami bantu dengan droping air bersih menggunakan truk tangki,” katanya. (mas/rf)