Terganjal Medan Terjal, Distribusi Bantuan Korban Bencana dengan Trail

TIRIS – Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Tiris jadi perhatian bersama. Bantuan untuk korban bencana pun mulai berdatangan di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Kamis (13/12), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai menyalurkan bantuan itu pada korban. Sulitnya medan, membuat petugas harus mengantar sendiri bantuan ke rumah-rumah warga. Terutama yang terisolasi.

Kades Andungbiru Essam mengatakan, bantuan ditampung di posko BPBD yang berada di depan rumahnya. Kamis (13/12), warganya yang menjadi korban bencana sudah menerima langsung bantuan itu. “Bantuan sudah disalurkan pada warga tadi (Kamis, Red). Warga datang langsung ke posko mengambil bantuan,” katanya.

Essam menjelaskan, sejauh ini yang paling dibutuhkan warganya adalah makanan sehari-hari. Selanjutnya, kebutuhan pakaian dan rumah yang perlu diperbaiki. ”Terpenting bantuan sembako untuk makan sudah ada. Selanjutnya, mikirkan bantuan lain-lainnya,” ujarnya.

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan, semua bantuan yang datang untuk korban bencana masuk posko untuk didata. Kemudian, pihaknya menyalurkan bantuan itu sesuai data korban terdampak. Sehingga, bantuan itu tersalurkan pada yang berhak atau tidak salah sasaran.

“Semua bantuan yang datang, bisa dilihat datanya di posko. Apa saja dan darimana, dicatat,” ujarnya. Anung menjelaskan, pihaknya pun sudah menyalurkan bantuan sembako untuk korban bencana. Sehingga, korban bencana tidak lagi memikirkan untuk mencari makan harus kemana.

Sebab, selain disiapkan dapur umum, pihaknya juga memberikan bantuan sembako langsung. ”Termasuk bantuan terpal selimut juga diberikan pada korban bencana. Terutama korban yang rumahnya rusak total atau terhanyut banjir,” terangnya.

Disinggung soal sumber bantuan? Anung menjelaskan, sumber bantuan yang pasti dari Pemkab dan Pemprov Jatim. Dimana, pihaknya sudah koordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim terkait bantuan korban bencana. Oleh karena itu, pihaknya pun kini tengah melakukan pendataan apa saja yang dibutuhkan dan perlu dibantu oleh Provinsi.

“Kami pasti menerima semua bantuan yang masuk. Tapi, akan lebih baik, bantuan yang datang itu sesuai kebutuhan di lokasi banjir. Seperti sembako dan lainnya. Kami sekarang mendata dan akan diserahkan ke Provinsi,” terangnya.

Sementara itu, pemkab telah menyiapkan dapur umum untuk korban bencana banjir dan longsor. Hanya saja, mobil dapur umum milik Dinas Sosial (Dinsos) tidak bisa naik langsung ke lokasi banjir. Dengan alasan, medan sulit yang membahayakan dan bisa membuat truk dapur umum terguling.

Karena itu, Dinsos memutuskan dapur umum ditempatkan di rumah warga. Mobil dapur umum Dinsos pun terparkir di kantor Kecamatan Tiris. Sedangkan logistik dapur umum, diangkut naik ke atas lokasi banjir. Sehingga, tidak jauh dengan korban terdampak banjir dan longsor.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Retno Ngastiti Djuwitani mengatakan, sesuai rencana, dapur umum telah tiba Rabu (12/12) di Kecamatan Tiris. Namun, karena kondisi akses jalan yang sulit dan bisa berbahaya, akhirnya diputuskan mobil dapur umum hanya sampai di kantor Kecamatan Tiris.

“Sesuai perkiraan, mobil dapur umum tidak bisa naik. Karena lokasi di kantor kecamatan jauh dengan lokasi banjir, jadi logistiknya saja kami angkut ke atas dan buat dapur umum di rumah warga,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Retno –sapaan akrabnya– menjelaskan, sejak mobil dapur umum datang, pihaknya bersama BPBD, Tagana, dan lainnya langsung mengangkut semua logistik dapur umum ke atas. Semua itu ditempatkan di rumah warga yang dijadikan dapur umum.

Dengan begitu, pelayanan dapur umum tetap berjalan dan bisa dirasakan langsung korban terdampak banjir longsor. ”Mulai tadi pagi sudah aktif dapur umumnya, Mas. Sesuai petunjuk Ibu Bupati, dapur umum untuk menyiapkan makanan sehari-hari bagi warga terdampak banjir,” terangnya.

Selain menyiapkan dapur umum, dikatakan Retno, pihaknya juga tengah melakukan assessment pendataan korban terdampak bencana banjir longsor. Selanjutnya, pihaknya akan koordinasikan dan ajukan ke Kementerian Sosial. Termasuk, dua korban longsor yang tewas tersebut. Biasanya, ada santunan kematian bagi korban bencana dari Kementerian Sosial.

“Kami akan ajukan ke Kementerian Sosial, supaya korban meninggal yang tertimpa longsor itu mendapatkan bantuan santunan kematian,” terangnya. (mas/rf)