Penanganan Pascabencana, Bupati Wajibkan Kepala OPD Ngantor di Tiris

TINJAU LANGSUNG: Bupati Puput Tantriana Sari (berkerudung) bersama sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo dan anggota DPRD Jatim, Mahdi (dua dari kanan) saat meninjau markas Airlangga Adventure di Desa Andungbiru yang juga terkena dampak banjir bandang. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

Related Post

TIRIS-Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo jadi perhatian bersama. Rabu (12/12), Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari langsung mengajak para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan rapat koordinasi di lokasi banjir.

Tak hanya itu, sejumlah kepala OPD, menurut Bupati, akan ngantor di Tiris. Instruksi itu disampaikan saat bupati berkunjung ke lokasi bencana.

“Dalam kondisi seperti ini, bukan kami yang menyuruh pemerintah desa turun untuk rakor (rapat koordinasi). Tapi, kami yang harus naik, mendatangi mereka,” kata Tantri pada para kepala dinas.

Istri anggota DPR RI Hasan Aminuddin itu mengatakan, dirinya sengaja melihat langsung rakor di lokasi bencana. Supaya, bisa langsung mendengarkan dan mencari solusi terbaiknya.

“Spontan saya adakan rapat koordinasi terbatas untuk diskusi apa yang harus dilakukan dengan bencana ini,” katanya.

Salah satu hasilnya, diakui Tantri, sejumlah OPD harus ngantor di lokasi banjir. Seperti BPBD, Dinas PUPR, kesehatan, dan camat harus selalu ada di lokasi banjir. Bupati Tantri meminta jangan sampai penanganan terhambat karena tidak adanya pejabat terkait.

“Saya sudah minta pada BPBD, Dinas PUPR, camat, dan lainnya untuk ngantor di lokasi banjir. Supaya, mudah koordinasinya,” terangnya. Bupati menegaskan, pihaknya berusaha mengembalikan kondisi terdampak bencana banjir-longsor ke sedia kala.

Mulai dari infrastruktur jembatan, pembukaan akses jalan tertimbun longsor, sampai pengananan korban bencana. ”Seperti pemberian makan pada korban banjir 3 kali dalam sehari dengan makanan yang bergizi. Saya sudah minta Dinas Sosial untuk segera siapkan dapur umum,” tegasnya.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur kawasan Tiris, Senin (10/12) lalu memicu terjadinya banjir bandang dan tanah longsor. Selain merenggut korban jiwa, bencana itu juga membut sejumlah infrastruktur alami kerusakan. (mas/rf)