Jalan di Andungbiru Masih Dipenuhi Material Longsor

TIRIS-Pascabencana banjir bandang dan longsor, akses jalan bagi warga Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, belum kembali normal. Meski sudah dibangun jembatan darurat antardusun yang terisolasi, namun kendaraan masih belum bisa melintas.

Rabu (12/12), Wabup Timbul Prihanjoko bersama Korem dan Dandim 0820, meninjau langsung lokasi jembatan di Dusun Kedaton yang putus.  Hasilnya, jembatan yang terputus sudah dibuatkan jembatan darurat dari bambu. Sehingga, kendaraan roda dua sudah bisa menyeberangi sungai yang putus jembatannya.

Setelah itu, tim gabungan kembali melanjutkan perjalan ke lokasi yang lebih tinggi. Namun, ketika menempuh jarak sekitar 3-4 kilometer, langkah mereka terhenti. Karena timbunan longsor di jalur yang akan dilalui menghalangi motor melintas. Karena itu, tim pun memutuskan untuk turun.

Wabup Timbul –sapaan akrabnya– mengatakan, dua alat berat sudah diturunkan ke lokasi. Hanya saja, kemarin dua alat berat itu masih fokus membersihkan timbunan longsor di daerah bawah. Sedangkan daerah atas, timbunan longsor masih tinggi dan belum dibersihkan.

“Kalau jembatan yang putus itu sudah dibangunkan jembatan darurat dari bambu. Jadi, pejalan kaki dan kendaraan motor roda dua, bisa lewati jembatan itu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Nah, terkait timbunan longsor di daerah atas, diakui Wabup, belum teratasi. Dirinya bersama Korem dan Dandim sudah sepakat untuk membersihkan secara manual timbunan longsor itu. Paling tidak,  memberikan akses jalan tidak harus lebar, terpenting bisa dilalui oleh motor.

“Dua alat berat itu kalau sudah tangani longsor di bawah, bisa bantu bersihkan timbunan longsor di daerah atas. Karena alat berat itu tidak bisa lewat sungai, kami perkirakan sehari dua hari akses jalan di atas itu sudah bisa dibuka lagi,” terangnya.

Selain akses jalan yang masih belum pulih, sejumlah rumah ada yang tergerus air sungai yang meluap. Memang, rumah-rumah itu berada tepat di tepi aliran sungai. Nah, kondisi itu sangat berbahaya bagi warga. Karena itulah, warga diimbau untuk tidak menempati rumah tersebut.

“Mereka sementara bisa tinggal di tenda posko BPBD atau mengungsi ke rumah saudaranya, demi keselamatan,” katanya. (mas/rf)