Bantu Warga Kurang Mampu dengan Jalankan Program Bedah Rumah secara Kontinyu

SUDAH DIBENAHI : Rumah warga di Dusun Karang Tengah yang sudah dibenahi usai mendapat program bedah rumah dari perbaikan. Kini rumah tersebut sudah bisa ditempati dengan layak. (Foto: Edwan Abdi Wiratama / Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Keterbatasan ekonomi membuat sebagian warga di Desa karang Tengah yang kurang mampu, membuat mereka tinggal dengan kondisi rumah yang masih kurang layak huni. Pelan-pelan rumah warga yang tak layak huni itu dibenahi karena pemerintah ikut membangun. Tak terkecuali pemdes Karangtengah.

DESA yang dipimpin Moh. Kholilurrohman memang menggunakan anggaran desanya untuk program bedah rumah. Sasarannya adalah rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga kurang mampu. Upaya sosial yang diberikan dilakukan secara bertahap dan kedepanya akan dilakukan pembangunan serupa hingga semua warganya bisa merasakan hidup layak dan nyaman.

Di tahun ini 2018 pihaknya telah merealisasikan sebanyak 6 unit yang menggunakan sumber dana desa. Sedangkan ada juga bantuan dari pemerintah daerah melalui Dinas Cipta Karya ikut membantu sebanyak 8 unit. Sehingga totalnya ditahun ini sekitar kurang lebih sebanyak 14 unit rumah yang dibangun.

“Kasihan mereka tinggal dengan kondisi rumah yang kurang layak, bahkan ada yang hampir roboh karena masih terbuat dari gedek,” beber Moh. Kholilurrohman

Dalam program bedah rumah, rumah mereka juga dilengkapi dengan jambanisasi dan kamar mandi, serta kamar tidur dan ruang tamu. Kini mereka bisa merasakan hidup yang lebih layak dibanding dengan kondisi sebelumnya. Selain itu rumah yang dibangun lebih kuat karena bangunan permanen dan atapnya juga lebih kokoh sehingga tak lagi bocor jika musim hujan tiba.

Tak hanya RTLH, infrastuktur umum juga dibangun demi menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman. Misalnya melengkapi PJU yang dibangun dibeberapa titik jalan seperti di Dusun Karang Tengah. Jalan disana merupakan jalan akses utama warga dan PJU yang dibangun sebanyak 13 unit.

“Kini jalan menjadi terang, warga tak lagi repot dan takut jika keluar malam sehingga segala aktivitas menjadi lancar, ditambah lebih aman karena mengurai tindakan kriminal,” terangnya.

Pihaknya sangat berharap kepada masyrakat agar saling sadar untuk menjaga bangunan yang ada sehingga pemanfaatanya lebih tahan lama dan awet. Selain itu infrastuktur yang belum dilengkapi maka akan dibangun kedepanya secara bertahap menyesuaikan kebutuhan yang ada dan merata di setiap dusun. (ed/fun)

UNGGULAN: Produk unggulan Batu bata merah yang telah di cetak oleh perajin. (Foto: Edwan Abdi Wiratama / Jawa Pos Radar Bromo)

Bata Merah jadi Produk Unggulan Desa

TUMPUKAN bata merah berjajar tertata rapi di lahan sebuah pekarangan. Bata merah ini masih dalam tahap proses pengeringan dan setelah itu nantinya akan dibakar untuk menghasilkan produk jadi.

Bata merah ini adalah hasil kerajinan sebagian besar warga di Dusun Karang Mojo. Hampir 80 persen warga di dusun ini menjadikan bata merah sebagai penghasilan utama. Kerajinan batu bata ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Keberadaan kerajinan batu bata merah mampu menyerap lapangan kerja warga sekitar.

Bata merah dari Karang Tengah ini dikenal memiliki kualitas yang sangat baik tak kalah dengan buatan pabrik. Proses pengerasan batu kurang lebih sekitar 2 hari dua malam dibakar dengan kayu dan jerami yang ukuran panasanya terjaga, membuat bata menjadi tahan akan keretakan.

“Kebanyakan warga sekitar masih menggunakan alat tradisional sehingga pembuatan batu bata terbatas hanya tergantung pesanan. Padahal order pesanan banyak,” beber Moh. Kholilurrohman, Kades Karangtengah. Oleh karena itu ia berharap agar ada peran pemerintah daerah bisa menyentuh para perajin agar dengan memberi bantuan berupa alat cetak dan open sehingga mampu secara optimal untuk melayani sejumlah pesanan yang ada.

Kedepanya, desa juga berupaya akan terus berusaha membantu untuk meningkatakan dan mengembangkan para perajin dengan cara melakukan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat yang rencananya akan diterapkan pada tahun depan. “Tahun depan fokus pemberdayaan dan pembinaan masyrakat agar nantinya warga bisa lebih opotimal berinovasi dalam mengembangkan roda perekonomian usaha yang ada, akan kita akomodir untuk ditingkatkan lagi,”jelasnya. (ed/fun)