Bangun Sumur Artesis-Plengsengan Irigasi Agar Pengairan Petani Sidepan Lancar

NYEMBUR: Sumur bor artesis untuk pengairan lahan pertanian, dan plegsesngan irigasi yang dibangun dengan tujuan agar distribusi saluran air ke lahan pertanian sekitar tercukupi. (Foto: Edwan Abdi Wiratama / Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

HAMPARAN sawah yang hijau menyambut saat berkunjung ke Desa Sidepan. Disana lahan pertanian warga sekitar memang tengah memasuki musim tanam. Lahan pertanian warga mampu tumbuh subur karena tercukupinya pengairan ke sawah.

KETERSEDIAAN kebutuhan air irigasi sangat tercukupi dengan baik meskipun musim kemarau tiba tetap dapat mengaliri lahan pertanian. Ini berkat infrastuktur yang dibangun pemerintah desa setempat. Diantaranya plengsengan irigasi dan sumur bor artesis. Kedua infrastruktur tersebut merupakan fasilitas untuk petani agar bisa terus meningkatkan dan mengembangkan produk pertanian yang dikelolanya.

Muhammad Musa selaku Kades Sidepan mengatakan bahwa hampir mayoritas warganya menjadi petani dan peternak. Sehingga hampir semua lahan kosong merupakan sawah produktif yang dikelola petani untuk menanam padi.

Tahun 2018 pemdes telah membuatkan pengeboran sumur bor artesis yang dibangun di Dusun Kedung Waru Lor dan Dusun Kedung Waru Kidul. Sumur bor ini diamnfaatkan guna mencukupi kebutuhan air bagi petani sekitar agar lahan pertanianya tetap tumbuh produktif dan subur.

Dulunya sumur bor lama memiliki debit air yang kecil dan kurang mencukupi jika digunakan petani saat bersamaan ketika musim tanam tiba. “Petani harus bergantian untuk mengatur agar kebutuhan air tercukupi dengan baik. Setelah ada tambahan sumur bor yang kapasitasnya lebih besar kini bisa menjangkau semua lahan pertanian di sekitar dusun tersebut,” beber Muhammad Musa.

Agar distribusi saluran air tetap terjaga dengan lancar, juga dilengkapi dengan plengsengan irigasi yang berada di Dusun Kedung Waru Lor, Dusun Kedung Waru Kidul dan Dusun Kasiman. Fungsi bangunan ini untuk mengaliri air ke lahan petani agar tetap lancar, selin itu juga memperkuat tanah agar tak mudah tergerus sehingga ambrol dan bocor Dengan adanya plengsengan maka saluran tetap terjaga kelancaranya tak lagi bocor.

Perhatian terhadap PKK juga diberikan dengan membangun gedung PKK guna meningkatkan dan mendukung kerja pemberdayaan yang dilakukan oleh kader PKK. “Dulu sebelum ada gedung yang dibangun, jika ada kegiatan rapat dan pertemuan masih menampung menggunakan ruang perangkat desa. Padahal kegiatan PKK sangat aktif kegiatannya. Sehinngga ruang gerak mereka kurang bisa maksimal dan optimal,” terangnya.

Selain itu juga ada program jambanisasi sebanyak 20 unit yang tersebar di beberapa dusun. Pembangunan jabanisasi ini mendukung program ODF agar lingkungan menjadi sehat dan bersih. (ed/fun)

AKTIF: Program Pemberdayaan masyrakat yang dikemas dalam bentuk kegiatan pelatihan pembuatan pakan ternak dan pupuk organik. (Foto: Edwan Abdi Wiratama / Jawa Pos Radar Bromo)

Bekali Warga dengan Beragam Pelatihan

SEKTOR pertanian dan peternakan di wilayah Desa Sidepan mempunyai peran penting dalam menyumbang sumber perekonomian masyrakat Sebab hampir mayoritas warga sekitar memelihara hewan ternak berupa kambing dan bebek, serta bercocok tanam sebagai petani.

Agar produktifitas dihasilkan mampu mendongkrak pendapatan dan memperkecil pengeluaran operasional yang digunakan. maka pemerintah desa hadir untuk berupaya memberi ilmu pengetahuan untuk meningkatkan keahlian yang dimiliki. Diantaranya yang pernah dilaksanakan adalah program pemberdayaan yang dikemas pelatihan pembuatan pakan ternak dan pupuk organik.

“Program ini diikuti petani dan peternak. Mereka dilatih untuk membuat pakan ternak fermentasi yang dibuat dari hasil pertanian yang ada. Semisal rumput bekas padi diolah menjadi bahan makanan ternak sehingga hasilnya akan memberi ketersediaan pakan ternak yang tercukupi,” beber Muhammad Musa selaku Kades Sidepan.

Hal iini bisa menjadi cara untuk menyiasati kekuarangan pakan ternak ketika memasuki musim kemarau tiba. Pakan ternak fermentasi yang dibuat sendiri oleh peternak akan mampu mencukupi kebutuhan pakan ternak.

Tak hanya itu, para petani juga diajarkan cara membuat produk pupuk organik yang dibuaat dari bahan alami sehingga mengurangi keterkaitan dengan bahan pupuk kimia. Targetnya, kedepan tidak akan menggunakan bahan pupuk berbahan kimia, sehingga sebisa mungkin akan diarahkan untuk memakai pupuk organik yang dibuat sendiri oleh petani. (ed/fun)