Tagih Utang Berujung Bacokan di Gading Kulon

BANYUANYAR-Warga Dusun Krajan, Desa Gading Kulon, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Rabu sore (12/12) geger. Itu setelah terjadi bacokan di rumah warga setempat.

Perkelahian berujung bacokan itu diduga dipicu oleh permasalahan utang piutang. Dua orang yang terlibat perkelahian berujung bacokan itu adalah AR, 50, warga Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar serta Sytn, 48 warga Gading Kulon.

Informasi yang dihimpun radarbromo.co.id, aksi bacokan itu terjadi sekitar pukul 15.00. Sore itu, AR berniat menagih utang ke Sytn. Ia pun mendatangi rumah Sytn.

Menurut keterangan warga setempat, berawal dari nagih utang itulah, AR dan Sytn terlibat cekcok. “Jadi, ada tamu datang katanya. Niatnya mau nagih utang. Saat tamu itu bilang mau nagih utang, Sytn langsung bilang tidak ada kalau uang. Kalau celurit ada,” ujar sumber radarbromo.co.id.

Hal itu pun memicu cekcok mulut antara Sytn dengan tamunya AR. Setelah adu mulut, Sytn kemudian hendak pergi ke masjid yang ada di depan rumahnya.

Tetapi menurut warga, AR saat terus mengejar. “Saat di tengah jalan itu, mungkin karena yang nagih itu dijawab tidak enak, emosinya terpancing. Dan kemudian, memukul Sytn,” terang sumber itu.

Tidak terima akan pukulan itu, Sytn kemudian lari ke dalam rumahnya. Tak lama kemudian, Sy keluar sambil menenteng sajam jenis pisau berukuran panjang.

“Namun, tidak kena pada AR. Yang menagih utang itu sepertinya bisa silat dan berhasil menangkisnya, sehingga sajam yang ditangan Sy jatuh,” ujarnya.

Setelah terjatuh, AR berhasil menguasai sajam milik Sytn. Sekali sabet, Sytn tidak dapat menghindar dan terluka di bagian perut kiri. Tangan kirinya juga terluka akibat sabetan AR.

“Setelah itu, Sytn lari mengambil kayu untuk melawan musuhnya. Tapi, kembali musuhnya bisa menangkis dan berhasil menjatuhkannya,” jelasnya.

Melihat Sytn tergeletak, AR menindihnya dengan tetap memegang sajam. Ia sempat tertegun dan beberapa saat kemudian kabur meninggalkan Sytn dan sajam-nya. “Beruntung tidak disabetkan yang terakhir itu, kalau disabetkan pasti sudah mati dia (Sytn). Soalnya musuhnya itu tepat di atasnya,” ujarnya.

Merasa dilepas, Sytn berdiri serta mengambil sajam-nya kembali dan mengejar AR. Mereka kembali terlibat perkelahian, namun akhirnya AR berhasil kabur. Ia lantas menyerahkan diri ke Mapolsek Banyuanyar. “Yang satunya itu (AR) berhasil lari dan menyerahkan diri ke Polsek,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Banyuanyar AKP M. Dugel membenarkan kejadian itu. Dua orang ini bergelut karena utang. Pihaknya juga sudah mengamankan AR.

“Ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap warga Liprak (AR). Untuk yang satunya itu dibawa ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan karena terluka,” ujarnya. (sid/rud/mie)