Pura-pura Besuk di RSUD Bangil, Curi Handphone, Warga Kersikan Nyonyor Dimassa

BABAK BELUR: Heru Purnomo (tengah) diamankan ke Polsek Bangil usai dimassa lantaran ketahuan mencuri handphone di RSUD Bangil, Rabu (12/12) pagi. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL –Ulah nakal yang dilakukan Heru Purnomo, 33, warga Cemandi, Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, membuatnya harus berurusan dengan polisi. Bukan hanya dipenjara, ia juga sempat menjadi bulan-bulanan massa.Wajahnya babak belur, setelah dipukuli massa yang geram dengan ulahnya tersebut.

Amuk massa itu berlangsung Rabu (12/12), sekitar pukul 07.00. Ceritanya, berawal saat Siti Khotijah, 42, warga Kampungbaru, Desa Grati Tunon, Kecamatan Grati, tengah menunggui ibunya yang tengah sakit.

Pagi itu, korban sedang tertidur saat menunggu ibunya, yang tengah dirawat di salah satu ruang inap RSUD Bangil. Lantaran kecapekan, ia tak menyadari kalau ada orang yang masuk ke ruangan tempat ibunya dirawat. Ia baru menyadari, ketika pelaku, hendak keluar dari kamar tersebut.

Pelaku kedapatan membawa handphone merek Advan milik korban. Ketika itu, handphone tersebut ditaruh korban di sampingnya. Tapi, saat terjaga, korban melihat tersangka membawa handphonenya.

“Tersangka berpura-pura layaknya orang yang tengah besuk. Ia mencari-cari mangsa, hingga akhirnya menemukan handphone koran dan mengambilnya. Kebetulan, korban tengah tertidur. Namun, saat sempat terjaga, ia melihat tersangka telah membawa handphonenya,” kata Kompol Iskhak, kapolsek Bangil.

Kontan hal itu mengagetkannya. Ia pun berteriak maling, sembari berusaha mengejar pelaku. Aksi kejar-kejaran tak bisa dihindarkan. Hingga akhirnya, tersangka berhasil ditangkap massa.

Massa yang geram, akhirnya memukulinya. Bogem mentah berkali-kali bersarang di wajahnya. Lelaki yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang las ini pun nyonyor hingga membuat wajahnya sulit dikenali.

Untungnya, ada petugas keamanan rumah sakit yang kemudian mengevakuasinya. Ia kemudian diamankan ke pos satpam untuk mencegah amukan massa lebih bringas. “Begitu mendapat laporan, kami langsung ke TKP dan mengamankan tersangka,” jelasnya. (one/fun)