Punya Identitas, Disabilitas di Kota Probolinggo Bisa Nyoblos

PROBOLINGGO – KPU Kota Probolinggo memastikan bahwa penyandang disabilitas bisa ikut dalam Pemilu 2019. Kepastian ini muncul setelah adanya polemik di KPU RI terutama bagi penyandang tunagrahita untuk ikut serta dalam pemilu.

“Penyandang Disabilitas terutama tunagrahita bisa ikut pemilu. Asalkan punya identitas bisa ikut,” ujar Djoko Wahyudi, komisioner KPU Kota Probolinggo Divisi Data.

Djoko menjelaskan, KPU tidak mempersoalkan tentang gangguan yang dialami. Asalkan punya identitas, maka bisa masuk dalam DPT.

“Soal nanti saat pelaksanaan pemilu yang bersangkutan sakitnya kambuh dan tidak datang ke TPS, itu tidak masalah. Yang penting data disabilitas sudah masuk,” ujarnya.

Djoko menjelaskan, terjadi polemik soal perlu tidaknya penderita gangguan jiwa masuk dalam DPT. “Ada berbagai macam gangguan jiwa, seperti depresi, stres. Yang penting punya identitas diri, itu bisa masuk ke DPT,” ujarnya.

Jumlah penyandang disabilitas di kota yang bisa ikut pemilu, total ada 391 orang. Terdiri atas tunadaksa 115 orang, tunanetra 100 orang, tunarungu/wicara 68 orang, tunagrahita 31 orang, serta disabilitas lain berjumlah 77 orang. (put/hn)