Penghujan, Air Terjun Madakaripura Diberlakukan Buka-Tutup

LUMBANG – Wisata air terjun Madakaripura yang ada di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, diberlakukan buka-tutup. Pasalnya, hujan deras yang melanda sejumlah daerah di dataran tinggi, dikhawatirkan menimbulkan longsor dan banjir bandang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Sidik Widjanarko, Selasa (11/12). Apalagi, Madakaripura seringkali banjir saat hujan deras turun. Kebijakan ini menurut pejabat yang akrab disapa Sidik itu bukan yang pertama kali.

“Ini kami lakukan tentunya untuk mengantisipasi kejadian di lokasi wisata. Jika dibiarkan tetap buka, maka dikhawatirkan insiden wisatawan meninggal pada tahun lalu akan kembali terjadi,” terangnya di sela-sela kunjungannya ke Madakaripura.

Tahun ini, pihaknya menargetkan zero accident di setiap lokasi wisata. Target itu hingga kemarin sudah terealisasi. Tahun lalu, Disporaparbud juga menargetkan hal yang sama. “Tetapi ada kejadian orang tenggelam,” tandasnya.

Kunjungannya ke Madakaripura itu tak lain untuk mengecek kesiapan liburan Natal dan tahun baru. Selain itu, juga untuk mengecek kesiapan petugas dalam mengawasi pengunjung. Apalagi saat ini musim hujan. Sehingga, pengawasan harus diperketat.

Tidak hanya itu, karena objek wisata itu dikelola bersama dengan Perhutani, maka pihak dinas akan berkoordinasi terlebih dulu. Koordinasi itu digunakan untuk merealisasikan target tidak adanya kecelakaan yang menewaskan wisatawan.

Sementara itu, meski Madakaripura diberlakukan buka-tutup, tidak demikian halnya dengan lokasi lainnya. Kasi Destinasi Wisata Disporaparbud Musa menjelaskan, wisata air Ranu Segaran, Ranu Agung, air terjun Dewi Rengganis, dan lainnya masih tetap buka.

“Ya hanya Madakaripura saja yang kami lakukan buka-tutup. Karena berkategori wisata alam yang membahayakan,” jelasnya. Tingkat kunjungan wisata Madakaripura sendiri hingga saat ini tembus 36.159 orang. Jumlah itu terbagi antara wisatawan nusantara (wisnu) dan wisatawan mancanegara (wisman). Untuk wisnu sekitar 33.291 orang dan wisman sekitar 2.869 orang. (sid/rf)