Desa Dapat Anggaran Besar, Pemdes Harus Punya Prioritas Pembangunan

KUMPUL BERSAMA: Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf (dua dari kiri berdiri) bersama OPD dan Pemdes, saat acara Bursa Inovasi Desa di Hotel Horison Selasa (11/12). Dalam bursa inovasi itu, desa diminta memiliki inovasi pembangunan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Pemkab Pasuruan terus berupaya mengembangkan desa di wilayahnya. Salah satunya dengan mengajak pemdes aktif berinovasi dalam pembangunan di segala bidang. Selasa (11/12), pemkab mengadakan bursa inovasi daerah untuk mewujudkannya.

Bursa inovasi daerah ini dilaksanakan di Hotel Horison Kota Pasuruan mulai pukul 10.00. Sebanyak 341 desa dari 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan mengikuti kegiatan ini. Bursa ini juga dihadiri Bupati Pasuruan, H. Muhammad Irsyad Yusuf, organisasi perangkat daerah, camat, pendamping desa dan badan permusyawaratan desa (BPD).

Asisten bagian kesejahteraan daerah (kesra) sekretariat daerah (setda) Pemkab Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengungkapkan, bursa inovasi daerah ini bertujuan agar desa di Kabupaten Pasuruan semakin maju. Salah satunya dengan terus berinovasi maupun mengadopsi inovasi dari desa yang lebih maju.

“Inovasi ini diharapkan mencakup di segala bidang dan aspek. Mulai dari bidang infrastruktur, bidang ekonomi dan bidang sumber daya manusia (SDM),” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menjelaskan, pihaknya berharap pemdes bisa memanfaatkan dana desa (DD) untuk skala prioritas. DD ini bisa digunakan untuk mengembangkan kelebihan yang desa miliki. Sehingga percepatan pembangunan desa bisa terwujud.

Ia lantas mencontohkan inovasi yang dilakukan oleh Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton berupa pembangunan tambatan perahu. Menurutnya inovasi ini sangat sederhana yakni membangun paving dan memasang tali sebagai tempat sandaran.

“Inovasi ini sederhana. Namun manfaatnya dirasakan langsung, baik dalam lingkup infrastruktur, SDM dan ekonomi. Yakni memudahkan nelayan setempat yang berdampak pada ekonomi desa,” jelasnya.

Irsyad menyebut Pemkab juga memiliki program pemuda pelopor pembangunan desa (P3D). program ini dengan melibatkan pemuda secara langsung dalam pembangunan desa. Sehingga, pengembangan desa semakin cepat dan tidak hanya bergantung pada anggaran.

“Satu lagi yang harus diperhatikan, pemdes harus pandai dalam mengelola APBDes. Jangan sampai main-main. Karena pengelolaan yang baik juga akan berdampak pada perekonomian desa,” pungkasnya. (riz/fun)