Simak Nih, Pencatatan Biodata Tetap Pakai Pengantar

LEBIH MUDAH: Seorang warga saat mengurus dokumen catatan sipil di kantor Dispendukcapil Kota Probolinggo. Saat ini, pengurusan beberapa dokumen catatan sipil lebih mudah karena tidak lagi butuh surat pengantar. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Beberapa pengurusan dokumen catatan sipil saat ini memang tidak lagi membutuhkan surat pengantar dari RT/RW. Namun, tidak semua seperti itu. Misalnya, pencatatan biodata kependudukan, tetap membutuhkan surat pengantar.

Tartib Goenawan, kepala Dispendukcapil Kota Probolinggo menegaskan hal itu. Menurutnya, beberapa pengurusan catatan sipil memang tidak lagi memerlukan surat pengantar dari RT dan RW. Sebab, pemerintah pusat memangkas proses birokrasi urusan pencatatan sipil dengan mengeluarkan Perpres tentang Pengurusan Catatan Sipil. Yaitu, Perpres Nomor 98/2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil.

“Seperti pengurusan e-KTP atau KK, tidak ada syarat pengantar. Namun, untuk pencatatan biodata penduduk tetap harus ada surat pengantar dari RT dan RW,” ujarnya.

Pencatatan biodata penduduk ini dilakukan terhadap WNI, WNI yang baru pindah dari luar negeri dan orang asing yang memiliki izin tinggal terbatas. “Pencatatan biodata penduduk ini harus diketahui oleh RT dan RW setempat. Tidak mungkin RT dan RW tidak mengetahui ada warga baru di sana,” ujarnya.

Sedangkan untuk pengurusan e-KTP, tidak perlu surat pengantar RT dan RW. Namun, cukup melampirkan kartu keluarga.

“Kalau sudah ada kartu keluarga, sudah pasti orang tersebut diketahui datanya oleh RT dan RW,” ujarnya.

Lalu, bagi warga yang pindah dari luar kota, juga tidak perlu menggunakan surat pengantar dari RT dan RW. “Cukup membawa surat keterangan pindah dari daerah asal serta menunjukkan kartu keluarga. Jika nanti pihak RT dan RW tidak tahu siapa warga baru ini, bisa mengonfirmasi ke capil,” katanya.

Tartib juga memastikan, di Kota Probolinggo perekaman e-KTP tidak menggunakan surat pengantar. “Kalau punya putra putri usia 17 tahun, cukup membawa KK sudah bisa melakukan perekaman,” ujarnya. (put/hn)