Rencana Penggunaan Tiket Online ke Bromo Tak Kunjung Terealisasi

DRINGU – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo, telah lama berencana menerapkan tiket online atau tiket elektronik (e-Tiket) untuk masuk ke kawasan wisata Gunung Bromo. Namun, rencana yang digaungkan sejak 2017, itu belum juga terealisasi.

Kepala Dispora Parbud Kabupaten Probolinggo M. Sidik Wijanarko mengatakan, penerapan e-Tiket ini sebenarnya tidak ada masalah. Namun, karena harus melibatkan perbankan, sejauh ini belum bisa diterapkan. “Penerapannya sebenarnya tidak masalah dan mudah,” ujarnya.

Sidik mengatakan, rencana ini belum bisa direalisasikan karena masih belum ada penanggung jawabnya. Selain itu, teknisnya juga masih belum jelas. Karenanya, pihaknya masih berupaya mencari penanggung jawab dari pihak perbankan.

“Siapa nanti yang akan menjadi penanggung jawab atau yang lainnya kami serahkan kepada perbankan. Karena ini tidak bisa dilakukan satu bank, tapi dari banyak bank. Kalau ada bank yang sudah siap, pasti bisa langsung diterapkan,” ujarnya.

Sidik mengatakan, penerapan e-Tiket sejatinya perlu dilakukan. Tujuannya, menghindari kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). Penerapan e-Tiket juga akan memudahkan wisatawan. Mereka tak perlu antre tiket di pintu masuk. “Semoga nanti bisa dirampungkan. Sebab, ini memang banyak fungsinya. Kami berharap dapat terealisasi,” ujarnya.

Rencana penerapan e-Tiket mendapatkan dukungan dari sejumlah pelaku jasa wisata. Salah satunya, Untung. Menurutnya, penerapan e-Tiket perlu segera direalisasikan. Sebab, akan memperlancar arus lalu lintas saat pembelian tiket.

“Tentunya akan mengubah image buruk soal kemacetan yang biasa terjadi di kawasan pos tiket. Baik di pos tiket Pemkab Probolinggo ataupun pos tiket Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujarnya. (sid/rud)