Digugat Warga Terkait Aset, Ini Langkah Pemkot Probolinggo

AKAN DIDUGAT: Inilah Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat. Tanah di kantor inilah yang bakal digugat oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris pemilik tanah. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Pemkot Probolinggo mengaku siap menghadapi gugatan Dewa Bharata Bagus Handoko, 51, atas tanah yang kini ditempati kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota setempat. Pemkot pun berencana menggandeng Kejaksaan untuk menghadapi gugatan tersebut.

Kabag Hukum Pemkot Probolinggo Titik Widayawati menegaskan hal ini beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemanfaatan tanah untuk kantor DPMPTSP tidak serta merta dilakukan.

Pemkot pasti mempertimbangkan status tanah yang ditempati. Apakah benar aset pemerintah atau bukan. Dengan berkas dan bukti yang ada, pemkot menurutnya meyakini bahwa tanah tersebut aset pemerintah. Setelah tahapan itu dilewati, baru tanah dimanfaatkan.

Jika saat ini ada warga atau ahli waris yang mengakui kepemilikan atas tanah seluas 1.044 hektare itu, dia pun meminta untuk dibuktikan melalui jalur hukum. “Gugatan merupakan hak setiap warga. Jika memang warga tersebut akan mengajukan gugatan, maka dipersilakan,” terang Titik, panggilannya.

Pemkot sendiri menurutnya, akan menggandeng Kejari Kota Probolinggo sebagai pengacara negara. “Selanjutnya, kami akan menggandeng penasihat hukum negara yaitu Kejari Kota Probolinggo. Jadi, kami ikuti saja proses hukumnya seperti apa,” terangnya

Namun, Pemkot sendiri tampaknya belum menghubungi Kejari setempat. Kejari melalui Kasi Intel Herman Hidayat saat dikonfirmasi menegaskan, saat ini belum bisa berkomentar tentang kasus itu.

Sebab, sampai saat ini belum ada surat kuasa untuk Kejari. “Waduh kami belum bisa komentar karena belum ada kuasa,” singkatnya.

Sementara, Dewa Bharata Bagus Handoko, warga yang akan mengajukan gugatan mengatakan, pihaknya juga siap melakukan upaya hukum. Sebab, keluarganya memiliki bukti kuat atas kepemilikan tanah di Jalan Basuki Rachmat itu.

“Gugatan akan tetap kami layangkan, namun masih menunggu dari penasihat hukum kami,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, kantor DPMPTSP terancam digugat. Sebab, ada warga yang mengaku memiliki surat-surat resmi tanah kantor yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan tersebut. Dia adalah Dewa Bharata Bagus Handoko, 51, warga Dusun Krajan, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Ia menuding, pemkot menguasai tanah milik orang tuanya dengan cara tak sesuai prosedur. Dewa Bharata menyebut, bukan hanya tanah di kantor DPMPTSP yang diklaim milik orang tuanya. Tapi, juga tanah Masjid Al Hidayah dan gudang KPU, yang kebetulan satu kompleks dengan kantor DPMPTSP. Oleh karena itu, Dewa Bharata menegaskan akan menggugat Pemkot. (rpd/hn)