Apdesi Dringu Cabut Aduan Penggelapan Bimtek

KRAKSAAN – Polemik dana bimbingan teknis (bimtek) para kepala desa se-Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, akhirnya berakhir. Jumat (7/12), Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Dringu, mencabut aduannya ke Polres Probolinggo.

Sebab, ternyata dana bimtek sebesar Rp 14 juta itu masih utuh. Uang itu dipegang koordinator Bendahara Desa Kecamatan Dringu. Namun, telah dikembalikan kepada para kepala desa se-Kecamatan Dringu.

Ketua Apdesi Kecamatan Dringu Bukhairi mengatakan, pihaknya telah diajak musyawarah oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo. Hasilnya, diketahui duit hasil swadaya para kepala desa itu masih utuh. “Kami cabut aduan itu karena sudah ada kejelasan soal dana bimtek tersebut. Kami juga ingin ke depan selalu ada transparansi dalam kegiatan apapun,” ujarnya.

Sebelumnya, Apdesi Kecamatan Dringu melaporkan Camat Dringu Kristiana Ruliani ke Mapolres Probolinggo. Camat perempuan itu dituding telah menggelapkan dana bimtek para kepala desa se-Kecamatan Dringu, Rp 14 juta. Sebab, dana yang dikumpulkan pada 2017 itu tidak ada kejelasan hingga akhir tahun ini. Tapi, ternyata uang itu masih utuh.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, aduan beda dengan laporan resmi. Setiap aduan yang masuk masih bisa langsung dicabut dan perkaranya selesai. Tanpa harus ada gelar perkara dan menerbitkan surat perintah pemberhentian penyelidikan (SP3).

Sedangkan laporan resmi harus ditindaklanjuti dulu. Kemudian, ditindaklanjuti dengan gelar perkara. Dari serangkaian proses itu, baru bisa diputuskan naik ke penyelidikan atau penyidikan. “Silakan kalau mau dicabut aduan itu, karena hak masing-masing,” ujarnya. (mas/rud)