Polemik Dana Bimtek Kades di Dringu, Dinas PMD Klarifikasi, Hasilnya..

KRAKSAANPolemik dana bimbingan teknis (bimtek) kepala desa se-Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, mengundang perhatian. Termasuk, dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengaku, pihaknya langsung mengumpulkan para kepala desa dan bendahara desa se-Kecamatan Dringu di Kantor Kecamatan Dringu pada Kamis (6/12).

Tujuannya, mengklarifikasi soal aduan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Dringu. “Ini, sudah saya rapatkan dan klarifikasi semua,” ujarnya.

Heri mengatakan, memang benar para kepala desa se-Kecamatan Dringu berinisiatif ingin adakan bimtek dengan narasumber dari kepolisian. Sehingga, akhirnya terkumpul dana Rp 14 juta.

Dana itu tidak pernah diterima Camat Dringu. Melainkan masih utuh dipegang koordinator bendahara desa Kecamatan Dringu.

“Kami sudah buatkan berita acara yang menyatakan dana bimtek itu masih ada. Dan, soal aduan penggelapan dana bimtek itu tidak benar,” ujarnya.

Koordinator Bendahara Desa Kecamatan Dringu Satimin mengakui, dana bimtek Rp 14 juta itu masih ada. Menurutnya, ada salah pengertian yang diterima Apdesi soal dirinya yang menyampaikan dana bimtek sempat dijadikan dana talangan untuk kegiatan lain.

Menurutnya, dana bimtek itu masih utuh dan tidak terpakai sama sekali. “Uang bimtek itu ada. Sekarang juga uang itu masih utuh,” ujarnya memastikan.

Diketahui sebelumnya, Rabu (5/12), Apdesi Kecamatan Dringu melaporkan Camat Dringu Kristiana Yuliani ke Mapolres Probolinggo. Mereka menuding camat perempuan itu telah menggelapkan dana bimtek kepala desa se-Kecamatan Dringu, Rp 14 juta.

Dana ini dikumpulkan para kepala desa tahun kemarin. Dana ini dikumpulkan ke kecamatan untuk  menggelar bimtek. Namun, bimtek ini tak pernah terlaksana dan dikabarkan digelapkan Camat Dringu. Kasus ini diadukan ke polisi oleh Ketua Apdesi Kecamatan Dringu Bukhari bersama Sekretaris Apdesi Elmidi.

Namun, terkait adanya pertemuan yang digelar Dinas PMD, Bukhari tidak mau memberikan keterangan. Alasannya, dirinya tidak diundang dan tidak hadir dalam pertemuan itu.

Sedangkan, Camat Dringu Kristiana sebelumnya memang sudah menyatakan jika dirinya tidak pernah memegang uang bimtek tersebut.

Terkait permasalahan ini, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, kasus ini sifatmya aduan. Namun, tetap akan ditindaklanjuti dengan menyelidiki perkaranya. (mas/rud)