OTT Wali Kota Pasuruan: Hari Ini Giliran Ketua LSM Penjara Diperiksa KPK

PASURUAN – Proses penyidikan kasus suap yang menimpa Wali Kota Pasuruan (nonaktif), Setiyono terus dilakukan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil saksi dalam kasus ini. Lembaga anti rasuah ini menjadwalkan pemanggilan ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) Penjara (Pemantau Kinerja Aparatur Negara), Rudy Hartono.

KPK sendiri sudah melakukan pemanggilan secara resmi Selasa lalu (4/12). Jadwal pemanggilannya dilakukan Kamis (6/12) dengan beragendakan pemanggilan saksi untuk Wali Kota Setiyono, Muhammad Baqir (rekanan), Dwi Fitri dan Wahyu (PLt Kepala Dinas PU); Tri Hardianto alias Encus (pegawai honorer Kelurahan Purutrejo).

Ketua LSM Penjara, Rudy Hartono membenarkan pemanggilan KPK atas dirinya. Dalam surat pemanggilan yang diterimanya Selasa (4/12), pemeriksaan sebagai saksi ini dijadwalkan pukul 10.00. Ia mengaku pihaknya bakal memenuhi pemanggilan tersebut.

“Ya, memang benar. Saya dipanggil sebagai saksi dari wali kota, M. Baqir dan lainnya. Tentu sebagai warga negara yang taat hukum saya akan datang. Tidak perlu ada yang ditakutkan,”jelasnya.

Rudy-sapaan akrabnya mengaku dirinya tidak tahu menahu soal kasus yang melilit wali kota (nonaktif) Setiyono dan tersangka lainnya. Ia akan berupaya menjawab segala pertanyaan yang diajukan oleh penyidik KPK padanya sesuai fakta yang diketahuinya.

Saat ditanya, kemungkinan keterlibatan LSM Penjara pada proyek Pusat Layanan Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUKM) tersebut, Rudy menampik. Namun, ia tetap menghormati pemanggilan KPK atas dirinya.

“Saya akan menjawab sesuai fakta. Insya Allah, usai pemeriksaan, saya akan sampaikan apa apa yang ditanyakan oleh penyidik kepada saya,” ungkap Rudy.

Sebagaimana diketahui, Setiyono ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dengan penerimaan suap terkait proyek PLUT-UKM. Penetapan itu dilakukan setelah tim penindakan KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Pasuruan pada 4 Oktober lalu. (riz/fun)