Tersandung Kasus Pemalsuan, Caleg di Kabupaten Pasuruan Ini Ditahan

BANGIL – Polres Pasuruan akhirnya menjebloskan Muhaimin, mantan Kepala Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, ke penjara. Muhaimin ditahan, lantaran beberapa kali tak hadir untuk melakukan wajib lapor.

Menurut Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima, penahanan Muhaimin dilakukan Senin sore (3/11). Ia terpaksa ditahan, setelah beberapa kali tak melakukan kewajibannya untuk wajib lapor.

“Iya, yang bersangkutan (Muhaimin, red) kami tahan. Tadi kami lakukan penahanan,” kata Dewa-sapaannya.

Menurut Dewa, penahanan tersebut dilakukan seiring dengan kasus dugaan pemalsuan surat yang melilitnya. Ia mengaku sudah mengantongi beberapa alat bukti. Sehingga, penahanan itupun bisa dilakukan.

Terlebih lagi, tersangka tidak memenuhi kewajibannya. “Kami mewajibkannya untuk wajib lapor. Tapi, ia tidak hadir untuk melakukannya,” tambahnya.

Hal itulah yang membuatnya melakukan penahanan. Selain mempermudah proses penyidikan, juga untuk menghindari tersangka melarikan diri. Penahanan tersebut, berlangsung hingga 40 hari. Bisa diperpanjang selama 20 hari.

“Masa penahanan kami 60 hari. Pertama 40 hari, dan bisa diperpanjang selama 20 hari,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Masyukin, warga Panderejo, Banyuwangi melaporkan Muhaimin ke polisi atas tudingan pemalsuan surat tanah, leter C. Laporan itu dilayangkan awal Desember 2017 lalu. Bermula dari pengurusan sertifikat tanahnya seluas 6.800 meter persegi di wilayah Pekoren, Kecamatan Rembang, yang ditolak aparatur desa setempat.

Alasannya, tanah tersebut sudah dimiliki orang. Merasa ada yang memalsu surat tanah miliknya, ia kemudian mengadukan ke polisi. Hingga akhirnya, proses hukum atas perakara ini diproses kepolisian. Dari situlah, polisi menetapkan MH alias Muhaimin sebagai tersangka. Bahkan, lelaki yang juga Caleg Partai Golkar ini, ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (22/7) lalu. Hingga akhirnya, polisi menahannya.

Atas penahanan Muhaimin, Ketua DPD Golkar Kabupaten Pasuruan, Udik Djanuantoro, ikut berkomentar. Menurutnya, pihak partai pasti akan mengambil langkah. “Kami akan cari tahu dulu kenapa dan ada masalah apa sehingga dia (Muhaimin, Red) ditahan,” beber Udik dalam pesan singkatnya kepada Jawa Pos Radar Bromo. (one/fun)