Rutan Bangil Makin Overload, Ini Risiko yang Bisa Terjadi

BANGIL – Jumlah warga binaan di Rutan Bangil semakin overload. Selain sesak, kondisi itu rentan terjadinya masalah psikis. Risiko stres hingga bunuh diri pun semakin tinggi.

“Untuk mencegah itu (stres, Red) kami memberikan pendampingan. Termasuk penyediaan konsultasi bagi para warga binaan,” ungkap Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto.

Wahyu menguraikan, jumlah penghuni Rutan Bangil mencapai lebih dari 500 orang. Jumlah itu jauh dari kapasitas ideal. Yaitu, hanya 200 orang.

Kondisi ini pun memicu dilema. Mengingat, mereka harus berdesak-desakan untuk tinggal di ruangan yang tersedia. Betapa tidak, kapasitas yang hanya berkisar antara 5 orang sampai 10 orang, kenyataannya diisi hingga 25 orang.

Wahyu mengaku, tinggal berdesak-desakan itu rentan membuat penghuni Rutan Bangil stres. Untuk itulah, pihaknya memberikan pendampingan-pendampingan supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Seperti tahanan bunuh diri.

“Kami sediakan pendampingan dan konsultasi. Supaya mereka tidak sampai berbuat hal yang tak diharapkan,” urainya.

Wahyu menyebutkan, tak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut. Mengingat, relokasi yang diharapkan tak kunjung terealisasi.

“Yang bisa kami lakukan yaitu memindah tahanan ke Lapas, bagi yang sudah diputus oleh pengadilan. Ini, untuk mengurangi warga binaan,” pungkasnya. (one/fun)