Hanya Temukan Satu Penderita Difteri Sepanjang 2018

BUGULKIDUL – Penyebaran virus difteri di Kota Pasuruan berhasil ditekan. Sepanjang 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat hanya menerima laporan satu penderita. Namun, Dinkes memastikan bakal tetap rutin melakukan imunisasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena mengungkapkan sampai akhir November ini, Dinkes hanya menemukan satu penderita difteri di Kota Pasuruan. Dan, penderita difteri ini sudah berhasil disembuhkan.

“Alhamdulillah, tidak ada kasus difteri lagi. Laporan terakhir yang kami terima itu awal Januari silam. Ini tidak lepas dari imunisasi rutin yang kami selenggarakan,” jelasnya.

Shierly menjelaskan penyakit difteri ini menular dan paling rawan menimpa pada usia di bawah 19 tahun. Penyebaran difteri biasanya melalui percikan ludah saat penderita sedang batuk dan bersin. jika penanganannya terlambat dapat menimbulkan kematian.

Karena itu, Dinkes rutin memberikan imunisasi melalui Posyandu dan lembaga sekolah. Setiap anak harus menerima imunisasi sebanyak tiga kali. Dan imunisasi diberikan pada Februari, Agusutus dan November tahun ini.

Saat ini, Dinkes mulai melakukan imunisasai tahap ketiga yang bakal dilaksanakan sampai Desember mendatang. Sasarannya adalah yang berusia 1 sampai 19 tahun dan memang belum diberi imunisasi difteri sebelumnya.

“Saya mengimbau agar masyarakat Kota Pasuruan yang belum ikut imunisasi bisa mengikuti di puskesmas dan posyandu. Tujuannya untuk memutus rantai penyebarannya,” ungkap Shierly. (riz/fun)