Pemdes Winongan Kidul Prioritaskan Bangun Jalan Baru untuk Jalur Alternatif

JALUR ALTERNATIF: Akses jalan transportasi menjadi jalur alternatif di Dusun Talang. Jalur itu cukup efisien karena mampu mempersingkat jarak untuk menuju lokasi pertanian dan pendidikan. (Foto: Edwan Abdi Wiratama / Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Pembangunan infrastuktur di Desa Brambang dari tahun ke tahun terus dilengkapi keberadaannya. Di tahun 2018 terhitung sebanyak 21 titik infrastuktur yang telah dibangun diberbagai lokasi yang tersebar secara merata di setiap dusun.

KEBERADAAN infrastuktur sangat disadari mampu menjadi bagian utama untuk memperlancar segala urusan aktivitas warga. Dengan begitu roda perekonomian masyarakat yang sudah berjalan menjadi terus meningkat. Sadar akan hal ini pemerintah desa pada tahun 2018 berhasil merealisasiakan sebanyak 21 titik bangunan dan ditambah satu program pemberdayaan masyarakat.

Adapun keberadaan infrastukutr yang telah dibangun yang paling dirasakan oleh masyarakat akan manfaatnya yakni berupa pembangunan jalan baru sebagai jalur alternatif warga. Jalan baru yang dibangun berada di Dusun Talang menjadi jalan primadona untuk membangkitkan perekonomian warga. Sebab jalan ini menjadi jalur alternatif warga sekitar untuk menuju ke lahan pertanian, pendidikan, perekonomian dan lainya.

Sebab jalur ini cukup dinilai efisien keberadaanya sehingga jarak tempuh terasa dekat jika melewatinya. Warga yang sebeluhnya harus jauh memutar ke arah timur dulu melewati jalan umbulan, kini bisa langsung. Bahkan kini mobil bisa mengaksesnya.

“Jalan ini dulunya hanya sebatas jalur irigasi sungai yang masih berupa jalan setapak. Setelah dibangun dengan dilengkapi tembok penahan tanah (TPT) dan pavingisasi, kini warga semakin nyaman melintas” terang Osin, Kades Winongan Kidul.

Tak hanya di Dusun Talang. Di Dusun Kemang juga dibangun jalan baru sebagai alternatif jalur warga juga yang menghubungkan ke desa lain seperti Desa Penataan. Jalur ini dibangun secara bertahap di semester kedua dengan bangunan TPT dan paving yang sudah tuntas pembangunanya lalu. Di tahap ketiga akan dilanjut dan sekarang masih dalam tahap pengerjaan bangunan berupa penambahan TPT.

“Selain itu infrastuktur yang lainya juga ditambahkan bangunan jembatan beton sebanyak 2 lokasi di Dusun Kemang. Jembatan ini untuk mempermudah pengguna jalan yang hendak melewati jalan tersebut karena sebelumnya masih menggunakan jembatan darurat dari kayu dan bambu,” beber Kades yang gemar memancing itu. Nah, setelah adanya jembatan berton ini maka jalur ini menjadi nyaman jika dilewati.

Sebagai Kades, Osin berharap besar kepada masyarakat agar senantiasa turut serta ikut menjaga keberadaan infrastuktur yang telah dibangun. Sehingga manfaatnya bisa lebih awet dan dapat dirasakan secara jangka panjang untuk kedepanya. (ed/fun)

LENGKAP: Bahan baku dan perlengkapan yang telah disiapkan pemerintah desa guna membatu memfasilitasi modal usaha bagi warga sekitar untuk mengembangkan perekonomian desa. (Foto: Edwan Abdi Wiratama / Jawa Pos Radar Bromo)

Bantu Modali Usaha Masyarakat

PEMBERDAYAAN masyarakat menjadi program kerja yang paling prioritas Pemdes Winongan Kidul. Ini agar kelak desa lebih mandiri secara ekonomi sehingga mampu memberi kesejahteraan bagi masyarakat desa.Hal ini menjadi kata kunci utama bagi pemerintah desa untuk terus berupaya optimal memberikan yang pelayanan dan perhatian bagi warganya.

Pemdes sendiri juga rutin memberi berbagai pelatihan-pelatihan ke masyarakat. Agar kelak dengan ilmu pengetahuan dan keahlian yang telah diberikan, mampu membuka berbagai peluang usaha sebagai sumber pendapatan keluarga. Jika sudah berkembang maka nantinya akan bisa menyerap tenaga kerja lokal warga sekitar untuk diajak dan dijadikan sebagai pekerjanya.

“Di tahun lalu berbagai pelatihan sudah kami berikan. Semisal pelatihan membuat mebeler, budidaya ikan, las, pembuatan kue dan snak dan pelatihan lainya,” jelas Osin, Kades Winongan Kidul.

Tak hanya pelatihan saja. Mereka juga diberikan modal usaha. Maka ditahun 2018 ini, pemerintah desa berkomitmen untuk terus mengawal hasil tindak lanjut pelatihan yang telah diberikan di tahun sebelumnya dengan cara memberikan modal usaha mandiri bagi masyrakat berupa bahan baku dan peralatan untuk usaha. Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat yang rengah menggeluti usaha.

“Bantuan tidak berupa uang, Tetapi berupa bahan baku dan peralatan yang akan digunakan warga untuk membuka usaha. Semisal beras, tepung, daging, minyak dan lainnya. Adapula untuk peralatan penunjangnya yakni alat penggilingan, mesin jahit, kompresor, panci, kompor, wajan alat masak. Menyesuaikan kebutuhan yang diperlukan untuk usaha mereka,” ujarnya

Total keseluruan warga yang akan menerima modal tersebut sudah terdata kisaran jumlahnya sekitar 40 orang. “Nantinya pembagian modal usaha ini dalam waktu dekat ini akan kita berikan bersamaan acara peresmian pasar desa yang telah dibangun,” pungkas Osin. (ed/fun)

Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan

  • Jumlah Penduduk : 2027 Jiwa
  • Luas Wilayah : 33 Hektare
  • Jumlah RT/RW :  11/ 5
  • Jumlah Dusun : 7 dusun yaitu; Dusun Kemong, Dusun talang, Dusun Pandean, Dusun dinyunan, Dusun Serambi, Dusun Kebun dalem, Dusun Cokro paten.
  • Potensi Desa :
  1. Pertanian = padi dan tebu
  2. Pertenakan = Bebek, Kambing dan Sapi
  3. Perikanan = Lele, Nila, Koi dan ikan hias
  4. UKM = Mebeler, (aneka kripik – pisang, sukun, tales, tempe), batik renjinang, tempe, sandal dan tas rajut, krupuk kupang, opak gambir, sagon, keciput.
  5. BUMDES =Pasar desa, Mini Pom Bensin, Bengkel sepeda motor.