Dinilai Asal-asalan, Polresta Probolinggo Usut Proyek RTLH

KADEMANGAN– Polres Probolinggo Kota (Polresta) akan mengusut proyek pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Probolinggo. Sebab, proyek yang didanai Rp 15 juta setiap rumah tersebut, dinilai tak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Kepastian itu diungkapkan Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Kamis (29/11) siang. Menurutnya, saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan tentang pembangunan dua RTLH.

Yaitu, di Kelurahan Ketapang dan Pilang, Kecamatan Kademangan. Jika alat bukti yang dibutuhkan cukup, nanti pihaknya akan melanjutkan penyelidikan dengan memanggil pihak-pihak terkait.      Menurutnya, proyek untuk warga miskin tersebut dinilai asal-asalan. RTLH milik Seneri di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan misalnya, tak beratap.

“Saya turun ke lapangan, meninjau dua proyek tersebut beberapa hari lalu. Setelah saya lihat, diperkirakan proyek itu tak sampai Rp 15 juta,” terangnya.

Selain untuk mengetahui kondisi dua RTLH itu, Kapolresta juga memberi bantuan pada dua pemiliknya. Hanya saja, Alfian enggan menyebut besaran dana yang disumbang untuk melanjutkan pembangunan RTLH tersebut.

Terpisah, saat radarbromo.co.id mengunjungi kediaman Seneri, sebagian atapnya sudah terpasang. Tembok yang awalnya dibangun hanya sebagian, sudah dikerjakan oleh Seneri yang dibantu warga sekitar.

“Tadi ada bantuan dana dari Polresta dan langsung saya belikan bahan. Alhamdulillah, sekarang atapnya sudah terpasang. Termasuk bisa memasang tembok. Kapolresta juga membantu menyumbang Alquran untuk anak-anak ngaji,” terang Seneri yang merupakan guru ngaji itu. (rpd/hn)