Penghasilan Suami Pas-pasan, Istri Larang Tidur Seranjang

BEJI – Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang. Peribahasa itu seringkali terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Seperti yang dialami Tole (nama samaran), 34, warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Gara-gara penghasilan tak menentu, Minthul (juga nama samaran), 29, istrinya, menolak tidur sekamar.

Tole sangat menyayangkan kondisi rumah tangganya tersebut. Persoalan ekonomi memang banyak berpengaruh pada keharmonisan keluarganya. Terbukti, saat Tole sulit mendapat uang, Minthul juga enggan melayani kebutuhan Tole.

Pernikahan mereka sendiri sudah berjalan kurang lebih 4 tahun. Sudah ada satu anak yang melengkapi pernikahan mereka. Sebelumnya, Tole bekerja sebagai buruh pabrik. Dengan penghasilan rutin setiap bulan, sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk bisa membiayai kebutuhan sehari-hari mertua.

“Saya kan ikut tinggal bareng orang tua Minthul, jadi dari gaji saya cukup lah untuk makan sehari-hari kami dan juga orang tua Minthul,” jelasnya. Namun, roda terus berputar. Dua tahun menikah, rumah tangga mereka diterpa cobaan besar. Tole tak lagi diperpanjang kontraknya, sehingga menjadi pengangguran.

Hal itu membuat rumah tangga Tole shock. Bahkan, keluarga sang istri. Karena bagaimanapun, Tole selama ini menjadi tulang punggung keluarga. “Memang sih bapak Minthul juga masih kerja di koperasi, tapi gajinya kecil. Masih banyak gaji saya untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Tole bukannya menyerah, sudah berkali-kali melamar dan ada beberapa panggilan kerja, namun tidak ada yang nyantol. Kondisi ini sempat membuat Tole stres. Sudah hampir 6 bulan ini, ia luntang-lantung. Apalagi, ada keluarga dari sang istri yang nyinyir dengan kondisinya saat ini.

“Karena malu juga tak kerja-kerja, saya nekat jualan makanan kecil ke sekolah sampai tempat bermain. Bagi saya, memang langkah baru. Tapi, daripada cari-cari kerja gak dapat, mending mencoba usaha sendiri,” jelasnya. Hanya saja, keluarga Minthul tak sepakat dengan pilihan itu. Mereka malu punya menantu jualan keliling.

“Saya gak mikir dihina, yang penting halal. Tapi, Minthul gak lihat usaha saya,” jelasnya. Sebagai pedagang baru, usahanya memang masih sepi. Kadang ya laku, kadang juga dapat sedikit sekali. Rupanya kondisi ini berpengaruh pada sikap Minthul kepadanya. “Kalau pulang saya gak dapat uang, dia gak mau tidur sekamar. Kalau kasih uang, dia mau sekamar sama saya,” ujarnya.

Belakangan, Minthul makin cuek dan uring-uringan masalah materi. Tak tahan lagi dengan kondisi rumah tangganya yang tak harmonis gara-gara duit, Tole memilih pergi dari rumah. Sebelum akhirnya, ia mantap menceraikan sang istri. (eka/rf)