Banyak Desa Tak Bisa Cairkan DD-ADD, Ini Penyebabnya

PASURUAN – Masa pencairan dana desa (DD) telah memasuki tahap ke tiga dan tahap ke dua untuk pencairan alokasi dana desa (ADD). Namun, sejauh ini banyak desa di Kabupaten Pasuruan belum bisa mencairkannya. Sebab, mereka belum merampungkan laporan pertanggungjawaban untuk tahap sebelumnya.

Kepala Bidang Keuangan dan Kekayaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan Andar Sulistyorini mengatakan, masih ada sejumlah desa yang belum menyelesaikan laporan pertanggungjawaban penggunakan DD-ADD. Karenanya, mereka belum bisa mencairkan anggaran untuk tahap berikutnya. Padahal, pencairan DD sudah bisa dilakukan sejak September 2018.

“Untuk pencairan DD ada tiga tahap. Saat ini masih tersisa 10 desa yang belum menyelesaikan persyaratannya, sehingga belum bisa dicairkan. Padahal, mereka juga harus mengejar pencairan di termin ke tiga,” ujarnya.

Begitu juga dengan ADD. Sejauh ini, masih banyak desa belum menyelesaikan persyaratannya. Dari 341 desa se-Kabupaten Pasuruan, baru 264 desa yang sudah menyelesaikan kewajibannya. Masih ada 77 desa yang belum mencairkan ADD-nya. “Untuk ADD pencairannya dua tahap dan saat ini tahap terakhir,” ujar Andar.

Andar mengaku, pihaknya terus mendorong agar desa-desa segera menyelesaikan kewajibannya. Supaya pencairan anggarannya bisa segera dilakukan. Serta, program pembangunan desa bisa segera terlaksana.

Seperti diberitakan, pemerintah menyiapkan dana besar untuk desa. Dana itu berupa ADD yang bersumber dari APBD dan DD dari APBN. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan DD Rp 301 miliar untuk 341 desa se-Kabupaten Pasuruan. Anggaran ini dicairkan dalam tiga tahap. Sedangkan, ADD mencapai Rp 146 miliar yang dicairkan dalam dua tahap. (one/fun)