Dapat Reward, Ini Kata ABK KM Cahaya Abadi Selamatkan Nelayan Tenggelam

APRESIASI: Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal saat memberikan penghargaan pada ABK KM Cahaya Abadi 201 yang berhasil menyelamatkan 7 penumpang KM Multi Prima 1. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Aksi heroik sejumlah nelayan KM Cahaya Abadi 201 yang menyelamatkan nelayan korban KM Multi Prima 1 yang tenggelam dapat apresiasi. Senin (26/11), Polres Probolinggo Kota memberikan penghargaan pada 3 anak buah kapal (ABK) setempat.

Mereka adalah, Yulius Indrajati, 31; M.Rizky Hidayat Said, 23; dan Rivaldo Josua, 20. Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal dan Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto kompak memberikan penghargaan pada ketiganya.

“Kami menganpresiasi mereka yang telah berhasil menyelamatkan para korban. Mereka layak mendapatkan penghargaan karena sudah bertaruh nyawa untuk aksi kemanusiaan yang heroik itu,” terang Alfian.

Sementara itu, Yulius Indrajati, 31, menceritakan perihal penyelamatan yang dilakukannya. Menurutnya, saat itu mereka melihat sejumlah ABK yang tenggelam tengah terombang-ambing di laut.

Karenanya, mereka langsung melakukan pertolongan tanpa terpikir. “Tidak mudah untuk menyelamatkan mereka. Sebab, waktu itu ombak agak besar. Kami hanya bisa menyelamatkan sebagian. Kemudian kami mencari sisa korban tersebut hingga hampir Subuh. Karena bahan bakar kapal kami mulai menipis, kemudian kami terpaksa melanjutkan perjalanan dengan membawa 7 korban tersebut,” tuturnya.

Yulius mengucapkan syukur atas penghargaan yang diberikan polisi pada dirinya dan teman-temannya.

Diketahui, KM Multi Prima 1 itu karam di koordinat 7’094’210”S-117’04’178”E. Karamnya kapal diduga akibat ombak tinggi saat berlayar di perairan Pulau Sendapur, Sumbawa, NTB.

Kapal itu bermuatan asbes, paving, besi, beton, termasuk pakan ternak itu, berangkat dari Pelabuhan Kalimas, Surabaya. Tujuannya yakni Kupang. Kapal dari PT Sulindo Tans itu berangkat pukul 21.00.

Ketika kapal sampai di perairan Pulau Sendapur, kapal dihantam ombak besar. Sehingga, kapal miring dan karam. Kapal mulai tenggelam pada pukul 18.10, Selasa pekan lalu. Seluruh penumpang, langsung meloncat ke laut. Sebelum loncat, penumpang pakai life jacket semua.

Setelah seluruh penumpang kapal melompat ke laut, mereka berusaha untuk saling berpegangan. Namun, mereka kemudian terpisah. Mereka baru ditemukan oleh KM Cahaya Abadi 201 yang mendapat sinyal ada kapal karam pada pukul 23.30. hingga akhirnya, 7 korban berhasil dievakuasi menuju Probolinggo. Sementara, sampai Senin, masih ada 7 orang yang hilang. (sid/rf/mie)