Sah Menikah, Istri Tetap Ogah Tidur Seranjang

REMBANG – Setelah menikah, layaknya suami istri memang tidur berdua di kamar sendiri. Namun berbeda dengan Minthul (nama samaran), 18. Warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan enggan tidur sekamar dengan Tole (juga nama samaran), 29, suaminya karena tak kenal sebelumnya.

Tak hanya sehari dua hari, bahkan sampai berbulan-bulan tak kunjung ada perubahan. Hal itu berdampak pada pernikahan mereka. Tole mengaku tak mengerti kenapa bisa sampai seperti ini. Padahal sebelum menikah, dari keluarga sang istri, bahkan juga Minthul, sudah mengiyakan mau menikah.

“Kalau sudah seperti ini ya siapa yang gak kecewa. Sudah menikah tapi masih dianggap orang lain,” jelasnya. Tole mengatakan benar-benar kecewa dengan Minthul, termasuk keluarga besarnya. Ini lantaran pernikahan yang terjadi benar-benar dianggap gagal total.

Padahal dari Tole dan keluarganya tak sedikit mengeluarkan uang untuk proses lamaran sampai pesta pernikahan. Namun sampai terhitung 6 bulan, Minthul, istrinya tak kunjung mau tidur sekamar.

Dikatakan pernikahan mereka memang dijodohkan. Tole yang hampir berkepala tiga ini memang serius mencari pendamping hidup. Karena mengakui bahwa tampangnya pas-pasan dan pekerjaan juga serabutan membuatnya agak kesulitan mencari pendamping hidup.

“Dulu sudah sering cari istri juga sana sini, kalau ada yang saya suka niat langsung dilamar. Tapi belum ada yang berhasil,” jelasnya. Akhirnya, dicarikannya calon oleh keluarga besarnya. Kebetulan bibinya ada kenalan yang memiliki seorang anak gadis yang kebetulan memang baru lulus dari pondok.

Merasa cocok, lantaran dianggap bisa menjadi istri yang sholeha, Tole pun mengiyakan saat akan dikenalkan dengan Minthul. Tole mengatakan memang baru 2 kali ke rumah calon istrinya, selain ingin berkenalan juga serius ingin melamar. “Dari awal keluarganya sudah welcome. Minthul juga mau saya nikahi,” jelasnya.

Tak menunggu waktu lama, proses lamaran dan pesta pernikahan pun digelar. Tole mengatakan, sejatinya ingin memboyong Minthul untuk tinggal bersama orang tua Tole. Tapi di malam pertama, Minthul malah nangis dan ogah tidur sekamar berdua dengan suaminya. Hal ini jelas membuat Tole kecewa, karena dalam agama, Minthul harusnya tahu bagaimana seharusnya tugas istri.

“Ya saya sabar, tapi sampai seminggu tetap saja seperti itu. Gak betah saya pulang ke orang tua saya sendiri karena gak kerasan juga di sana,” jelasnya. Kondisi ini membuat kedua keluarga besar ribut. Bahkan Minthul sudah pernah diantar ke rumah Tole, tapi tetap saja Minthul nangis dan akhirnya minggat.

Sampai 6 bulan tak ada kejelasan terkait pernikahan mereka, Tole pun gerah dan akhirnya memilih menceraikan saja ke Pengadilan Agama Bangil. “Saya sudah dipermalukan, keluarga saya juga. Tapi ya sudah seperti itu ya sudah saya ceraikan saja daripada menunggu hal yang gak jelas,” jelasnya. (eka/rf)