Proyek Pipa Gravitasi di Tiris Tak Bisa Lewati Pipa Setinggi 6 Meter

DRINGU – Uji coba proyek gravitasi di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, hampir mendekati sempurna. Kamis (22/11), uji coba yang dilakukan mandek saat melewati pipa di Dusun/Desa Angin-angin. Penyebabnya, air tidak bisa mengalir pada pipa yang ketinggiannya mencapai 6 meter.

Karenanya, proyek Balai Besar Sumber Daya Air (BBSDA) Provinsi Jawa Timur yang berjalan tiga tahun itu, saat ini terhenti. Rencananya, Senin (26/11) pihak BBSDA dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat akan melakukan rapat membahas hal itu.

Gandhi Hartoyo, direktur PDAM Kabupaten Probolinggo menjelaskan, saat ini proyek itu sudah mencapai 90 persen. Tinggal sedikit lagi, sudah bisa difungsikan dengan normal. Namun, kendala masih ada. Yaitu, tidak bisa mengalirnya air ke pipa yang lebih tinggi.

“Air gravitasi sudah mentok sampai di Dusun Angin-angin, tidak bisa mengalir ke bawah. Itu, karena air tidak mampu melampaui ketinggian pipa setinggi 6 meter di daerah itu,” kata Gandhi.

Menurut Gandhi, kelanjutan proyek itu sendiri masih menunggu solusi yang akan dihasilkan dalam rapat. Sebab, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam proyek itu.

“Kami hanya bisa mengawasi dan nanti menerima hasil dari proyek itu. Karena itu kan proyek provinsi. Jadi, kami tidak memiliki kewenangan. Baru setelah nanti diserahterimakan, maka itu menjadi kewenangan kami,” terangnya.

Pihak PDAM sendiri berharap proyek itu secepatnya rampung. Sebab, banyak warga yang sangat membutuhkan air bersih dari proyek itu.

“Kami tentunya berharap secepatnya selesai. Karena sudah ditagih oleh warga. Kami tidak bisa lagi membendung warga yang meminta proyek itu segera selesai,” tuturnya.

Proyek itu sendiri dikerjakan sejak 2015 dan rencananya akan diserahterimakan pada 2019. Itu, sesuai dengan jatah uji coba yang diberikan oleh provinsi yaitu hingga pertengahan 2019.

“Jika tidak ada kendala sama sekali, proyek itu akan diserahterimakan. Semoga saja tinggal satu ini saja kendalanya dan bisa segera difungsikan. Sehingga, warga menerima manfaat dari proyek ini,” jelasnya. (sid/hn)