Gara-gara Lupa “Nyabuk” ke Kekasih

LUMBANG – Apes memang tak mengenal tempat. Seperti yang dialami Minthul (nama samaran), 19, warga Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Gara-gara lupa “nyabuk”, ia harus terjengkang saat motor digas oleh Tole (juga nama samaran), 19. Selain menahan sakit, ia juga harus menahan malu karena ditertawakan teman-temannya.

Ceritanya, ia membuat janji dengan Tole untuk mengunjungi destinasi wisata baru di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Apalagi kalau bukan Bukit Seribu Selfie. Pemandangan yang indah disertai hawa sejuk dan hamparan perbukitan yang menawan, membuat sejoli ini ingin mengabadikan kebersamaan mereka di tempat wisata tersebut.

Pagi sekira pukul 08.00, mereka berdua menuju lokasi tempat wisata yang ada di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. Dalam perjalanan, keduanya sudah membayangkan bisa berduaan sambil menikmati pesona tempat wisata yang sedang viral tersebut.

Bahkan, satu sesi foto tidak akan mereka lewatkan. Yakni, Tole memeluk Minthul dari belakang dengan pose Minthul membentangkan tangan. “Mirip adegan Jack Dawson dan Rose DeWitt Bukater dalam film Titanic,” kata Tole sambil cengar-cengir. Sementara Minthul ngempet ketawa mendengar celoteh sang pacar.

Menggunakan motor trail, Tole menyusuri jalanan Desa Sariwani. Meski jalur menuju lokasi rada susah –jika dibandingkan dengan jalanan kota-, namun Tole dan Minthul betul-berul menikmati kebersamaan di pagi yang cerah tersebut. Sesekali, mereka berdua terlihat cekikikan.

Nah, “petaka” datang ketika mereka hendak sampai di lokasi. Di sepanjang jalur menuju lokasi wisata, tampak sekumpulan warga berjalan kaki, juga hendak ke tempat wisata itu. Menyadari momen yang istimewa untuk berswafoto, Minthul lantas mengeluarkan ponsel android miliknya. Mulanya ia nge-vlog. Khas anak-anak milenial.

“Saya pikir aman, toh jalanannya bisa diatasi Tole,” kata Minthul. Namun, saat tanjakan terakhir, Tole tiba-tiga ngegas. Minthul yang tak lagi berpegangan pada pinggang sang kekasih langsung kehilangan keseimbangan. Sejurus kemudian, mak gedebuk!!!! Minthul terjengkang.

Tentu saja, pemandangan itu membuat warga sekitar tertawa. Beberapa di antaranya berusaha menolong. Entah karena malu atau memang tidak sakit, tanpa ba bi bu Minthul langsung berdiri. Wajahnya merah padam. Belakangan ia mengaku sakit. Namun, malu kalau merintih.

Yo isin lah, Mas, akeh wong ngunu (Ya malu lah, Mas, banyak orang begitu),” katanya sebal. Tentu saja yang jadi sasaran adalah Tole. Namun, Tole tak mau disalahkan. Pasalnya, yang tidak hati-hati menurutnya adalah Minthul. Karena sebelumnya, Minthul tak jatuh meski ia gas pol-polan motornya.

“Ya bukan salah saya. Dia yang ndak pegangan sama saya,” katanya ngeles. Meski harus menahan rasa sakit dan tentu saja malu, keduanya tetap semangat mengunjungi tempat wisata. “Wis kadung nutu’,” kata Tole sambil tertawa. (rpd/rf)