Percuma Punya Suami Over Romantis, tapi Malas Kerja

GEMPOL – Mempunyai suami romantis yang sukanya berduaan bersama istri memang menyenangkan. Tapi jika dosisnya berlebihan, tentu istri gerah juga. Hal itu dirasakan Minthul (nama samaran), 24. Warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ini kesal karena Tole (juga nama samaran), 24, malas kerja.

Sang suami menurut Minthul, memilih di kamar dengan dirinya. Tentu hal itu berpengaruh pada pendapatannya. Akibatnya, uang belanja selalu kekurangan. Minthul mengatakan, alasan suami ingin selalu bermesraan dengan dirinya hanya kedok. Pasalnya, ia menduga memang dasar suaminya saja yang malas.

Padahal, yang namanya menikah, justru lebih bertanggung jawab dan harus lebih giat bekerja. “Saya jadi istri ya lama-lama jengkel punya suami kok sering di rumah,” ungkapnya. Memang, pernikahan mereka baru berjalan 2 tahun. Pernikahan mereka memang baru tahap bulan madu. Sehingga, bisa dibilang masih senangnya berduaan.

Tapi, bagi Minthul, hal itu cukup dilalui setahun saja. Tahun ke dua, ia sudah mulai gerah. Lantaran malu dilihat orang kalau Tole lebih sering di rumah ketimbang keluar cari duit.

Sebelum menikah, Minthul memang sudah kenal dengan Tole lantaran teman sekolahnya saat SMK dulu. Tole sendiri bekerja di bengkel milik saudaranya. Minthul tertarik pada sosok Tole karena melihat sudah bekerja. Sehingga, Minthul tak mempermasalahkan saat mereka sepakat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Minthul tak mengira, ternyata Tole pria yang seenaknya sendiri. “Padahal katanya sih pintar, tapi ya gitu sering gak masuk tanpa alasan. Dan, itu saya tahunya setelah menikah,” terangnya.

Setelah menikah, Tole ikut tinggal di rumah orang tua Minthul. Namun, Tole sudah dapat rapot merah dari orang tuanya. Apalagi kalau bukan karena melihat Tole yang ogah-ogahan bekerja. Bahkan, pernah dihitung, Tole kadang hanya masuk 4 hari sepekan.

“Kalau pagi saya bangunin, katanya masih kangen sama saya. Awalnya sih romantis, tapi kalau lama-lama gitu dan berimbas pada gaji, ya sebel juga,” ungkapnya.

Pemilik bengkel tempat suaminya bekerja, sepertinya sudah paham kelakuan Tole. Namun, karena masih saudara, tetap saja dipekerjakan meski jarang masuk.

Karena jarang masuk kerja, tentu berimbas pada penghasilan. Ujung-ujungnya, pemberian duit ke Minthul sedikit. Hal ini sering dikeluhkan juga oleh orang tua Minthul. Tak betah lama-lama jadi gunjingan orang rumah dan tetangga, Tole pun tak enak hati. bukannya giat bekerja, eh dia malah minggat.

“Setelah itu saya juga diminta menggugat cerai suami. Saya sendiri jengkel, karena 2 tahun gak ada perubahan,” jelasnya. (eka/rf)