Otak Pemerkosaan Ramai-Ramai asal Leces Belum Ditangkap

LECES – Kasus pemerkosaan terhadap Melati, 15 (nama samaran), pelajar kelas III MTs swasta asal Wonoasih, Kota Probolinggo, belum juga tuntas. Hingga saat ini, satu dari lima pelaku pemerkosaan masih berkeliaran.

Bahkan, pelaku yang masih buron alias DPO itu, merupakan otak pelaku pemerkosaan. Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, proses hukum atas kasus pemerkosaan terhadap korban asal Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, terus lanjut.

Pihaknya kini mulai melakukan penyidikan dan pemberkasan terhadap empat pelaku pemerkosaan yang telah ditangkap.

“Total ada lima pelaku pemerkosaan. Yang sudah kami amankan empat pelaku, langsung kami proses penyidikan dan pemberkasan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Empat pelaku itu adalah Asmari, 20 dan Faisor Akbar, 20, yang sama-sama asal Desa/Kecamatan Leces. Sedangkan dua pelaku lainnya yang telah diciduk Bahul Munir, 19 dan Slamet, 22, yang sama-sama asal Desa Kerpangan, Kecamatan Leces.

Satu pelaku lagi yang masih buron, diketahui bernama Muklas, 22. Ia merupakan warga Desa/ Kecamatan Leces.

Perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu mengaku, hingga saat ini pihaknya masih memburu pelaku tersebut. Keberadaan pelaku pemerkosaan ini terus bergerak dan berpindah-pindah.

“Kami sudah kantongi identitasnya. Tapi, keberadaan pelaku pemerkosaan itu masih belum ditemukan,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Melati, pelajar asal Wonoasih, Kota Probolinggo, melapor ke unit PPA Polres Probolinggo. Pasalnya, pelajar kelas III itu menjadi korban perkosaan secara bergilir oleh lima pemuda di rumah kosong masuk Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Akibat perbuatan bejat para pelaku, korban PW asal Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo itu saat ini tengah hamil 6 bulan. Beruntungnya, dari lima pelaku, empat pelaku sudah berhasil diamankan Satreskrim Polres Probolinggo, Rabu (14/11) di rumahnya masing-masing. Satu pelaku masih DPO. (mas/rf)