Banyak yang Mendukung Ubah Arus Lalu Lintas di Simpang Empat Patung Sapi

PANDAAN – Seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di Simpang Empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, menjadi perhatian banyak pihak. Karenanya, muncul dukungan agar arus lalu lintas simpang empat ini diubah. Tujuannya, meminimalisasi kecelakaan lalu lintas.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Andry Wahyudi mengatakan, sudah saatnya rekayasa lalu lintas di Simpang Empat Patung Sapi dilakukan. Yakni, dengan menutup penggalan jalan secara sementara menggunakan traffic cone atau dipermanen menggunakan median jalan.

“Demi keselamatan pengguna jalan, terutama yang menyeberang atau berhenti saat lampu merah, kami mendukung Satlantas Polres Pasuruan berupaya dan berencana merekayasa arus lalu lintas di simpang empat ini (Patung Sapi),” ujarnya.

Pria asal Kecamatan Pandaan ini menuturkan, memang usaha mengubah arus lalu lintas itu tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh sejumlah proses dan tidak cukup sebatas sosialisasi. Namun, juga harus melakukan kajian dan survei mendalam. “Kajian dan surveinya harus matang, cermat, dan terukur. Dengan adanya rekayasa lalu lintas itu, jangan sampai menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Perubahan arus lalu lintas di simpang empat antara jalan nasional Surabaya-Malang dengan Jalan Tawangrejo dan Jalan Pattimura, ini bisa dilakukan dengan memenggal akses jalan kabupaten. Selama ini, pengendara yang melintas dari timur di Jalan Tawangrejo bisa langsung menyeberang di jalan nasional menuju Jalan Pattimura. Begitu juga sebaliknya.

Namun, kini ada usulan agar jalan nasional di sempang empat ini ditutup dengan median jalan. Sehingga, pengedara yang melintas dari timur di Jalan Tawangrejo, tak bisa langsung menyeberang ke Jalan Pattimura. Namun, mereka bisa belok kiri ke arah Surabaya di jalan nasional dan putar balik di Simpang Empat Sumberejo. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari Simpang Empat Patung Sapi.

Begitu juga dengan pengendara yang melintas dari barat di Jalan Pattimura. Mereka tak bisa langsung menyeberang ke Jalan Tawangrejo atau ke jalan nasional arah Surabaya. Melainkan bisa belok kiri ke jalan nasional arah Malang dan putar balik di Bundaran Kasri. Jaraknya juga sekitar 1 kilometer dari Simpang Empat Patung Sapi.

Selain dari anggota dewan, dukungan untuk mengubah atau sekadar rekayasa lalu lintas ini juga datang dari kalangan perusahaan di wilayah Pandaan. Sebab, kendaraan barang mereka juga sering melintas di simpang empat ini. Salah satunya dari Kepala HRD PT Karyamitra Budi Sentosa, Safiudin.

“Apabila rekayasa lalin (lalu lintas) memang harus dilakukan dan dianggap cara efektif meminimalisasi kecelakaan di Simpang Empat Patung Sapi, kami setuju dan tidak ada masalah. Tentu kami siap mendukung,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar mengatakan, rencana rekayasa lalu lintas di Simpang Empat Patung Sapi belum final. Kini, pihaknya fokus melakukan kajian dari aspek hukum dan sosial.

Menurutnya, dalam proses ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan. Bila sudah cukup, akan dievaluasi sekaligus disimpulkan. Setelah itu, baru diajukan ke tingkat Provinsi karena simpang empat ini berada di ruas jalan nasional.

“Kami tidak bisa gegabah, banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Harapan dan keinginan tentu harus direkayasa lalin. Tapi, solusinya harus ada dan ini sedang dipikirkan agar tidak menimbulkan polemik dan masalah baru,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (19/11) siang, terjadi kecelakaan karambol di Simpang Empat Patung Sapi, Pandaan. Sebuah kontainer menabrak truk boks hingga kemudian truk boks menabrak pengendara Vespa Tulus Pamuji, 54. Akibatnya, warga Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, itu tewas di lokasi kejadian dengan terluka parah di bagian kepala. (zal/fun)