Maulid, Tempat Karaoke di Probolinggo Tutup, Ini Harapan MUI

PROBOLINGGO – Selama dua hari, Senin dan Selasa (20/11), tempat karaoke dan hiburan di Kota Probolinggo tutup. Penutupan dilakukan untuk menghormati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang dilakukan tempat karaoke Pop City (PC) dan Triple Eight (888). PC tutup selama 2 hari yakni, Senin-Selasa dan buka kembali pada Rabu (21/11).

Penutupan itu dibenarkan Arga Prasetyo, supervisor PC, Selasa (20/11) sore. Menurutnya, penutupan itu dilakukan untuk menghormati peringatan Maulid Nabid Muhammad SAW. Juga berdasarkan Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Sekda Kota Probolinggo tertanggal 19 November.

Selama tutup, sebagian karyawan tetap masuk di siang hari. “Siang kami bersih-bersih dan perbaikan yang rusak. Kalau malam tutup total. Hanya satpam yang masuk,” terangnya.

Arga mengaku, pihaknya menerima SE dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Senin. Dan saat itu juga PC langsung tutup. Menurutnya, PC tidak hanya tutup saat peringatan Maulid. Namun, juga tutup saat peringatan hari besar agama Islam. Terutama saat Ramadan, tutup total hingga Lebaran. “Itu, sudah kewajiban kami menghormati hari keagamaan,” imbuhnya.

Penutupan tempat karaoke dibenarkan Kepala Disbudpar Tutang Heru Aribowo. Pihaknya sudah menyampaikan SE yang ditandatangani Sekda Kota Probolinggo ke tempat hiburan karaoke dan sejumlah kafe.

Hal itu dilakukan sesuai pasal 9, Perda Nomor 9/2015 tentang Penataan, Pengawasan, dan Pengendalian Usaha Tempat Hiburan. “Sudah kami sampaikan SE-nya. Ya memang tidak boleh beroperasi saat hari besar keagamaan,” tandasnya.

Disebutkan dalam pasal 9, selama bulan Ramadan, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha serta hari besar agama Islam lainnya, kegiatan usaha karaoke, pub, dan rumah musik diwajibkan menghentikan kegiatannya alias tutup. “Ya, untuk menghormati umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad. Berdasarkan SE-nya ditutup dua hari. Setelahnya, boleh dibuka kembali,” imbuh Tutang.

Terpisah, Ketua MUI Kota Probolinggo KH Nizar Irsyad mengapresiasi tempat karaoke yang tutup selama Maulid. Menurutnya, sudah seharusnya tempat hiburan karaoke dan sejenisnya menutup kegiatannya saat hari besar keagamaan. “Kami mengapresiasi langkah yang diambil Disbudpar dan tempat karaoke yang menutup hiburannya,” ujarnya.

Nizar berharap, tidak hanya hari besar agama Islam saja tempat hiburan tutup. Ia meminta setiap malam Jumat atau satu minggu sekali, tutup. Mengingat, pada hari Jumat, umat Islam banyak kegiatan keagamaan.

“Ya kalau bisa setiap malam Jumat tutup. Biar umat Islam tidak datang ke tempat karaoke. Tetapi, mendatangi kegiatan keislaman di lingkungan masing-masing,” harapnya. (rpd/hn)