Suhu Tak Menentu, Ayam Peternak di Probolinggo Banyak Mati

LUMBANG – Akibat cuaca yang tak menentu sejak sebulan terakhir, berdampak kepada peternakan ayam potong di Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Ratusan ayam milik peternak mati karena terserang bakteri koli.

Salah seorang peternak yang ayamnya diserang virus itu adalah Dadang Hariyanto, 35. Warga Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang, itu mengatakan, karena cuaca yang tidak menentu membuat kondisi ayamnya memburuk dan sakit-sakitan. Jika tidak dirawat dengan benar, banyak yang mati. “Harganya sudah lumayan. Untuk harga pakan juga sudah turun. Tapi, tantangannya hari ini cuaca. Sebab, jika terlalu panas, mengakibatkan ayam bisa terserang penyakit,” ujarnya.

Dadang mengatakan, selain bakteri koli, ayamnya juga mudah sesak napas. Jika sudah terkena keduanya, tidak lama ayamnya akan mati. Per hari yang mati bisa mencapai puluhan ekor. Sejak dua minggu lalu sampai Sabtu (17/11), ada sekitar 350 ekor ayamnya mati karena diserang bakteri koli. “Karena itu, pastinya mengalami kerugian. Pada panen periode kemarin itu saya rugi sekitar Rp 5 juta,” ujarnya.

Menurut Dadang, nasib serupa juga dialami sejumlah peternak lainnya. Karenanya, pihaknya berharap segera datang hujan. Itu, untuk mencegah terjadinya kematian ayam lebih banyak lagi. “Tunggu musim hujan dulu agar bibit yang ditaruh bisa tahan. Saat ini terlalu panas, jadi membuat ternak mudah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo Nur Eko Widiyanto mengatakan, suhu yang tidak menentu memang membuat daya tahan tubuh hewan menurut. Karenanya, kemudian hewan mudah terserang penyakit.

“Begitu memang. Kalau tidak dirawat dengan baik, hewan ternak akan mati dengan cuaca seperti itu. Jadi, harus dirawat dan dijaga dengan benar. Terus jangan sampai kekurangan makan,” ujarnya.

Eko menjelaskan, adanya kematian ayam karena cuaca itu belum ada laporan masuk kepada dinasnya. Namun, pihaknya berencana menelusuri terkait ternak ayam yang mati itu. “Belum ada (laporan). Nanti kami telusuri terlebih dulu,” ujarnya. (sid/rud)