Sepekan Diburu, Kera Liar Resahkan Warga Kedungasem Belum Tertangkap

WONOASIH – Sudah sepekan ini warga RT 1/RW V, Dusun Dawuhan, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, berburu monyet liar di sana. Warga juga dibantu sejumlah anggota perbakin. Namun, monyet yang meresahkan warga itu belum juga tertangkap.

Penangkapan sendiri dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya, melibatkan 6 relawan dari Perbakin untuk menembak monyet itu.

Mereka pun sudah menelusuri keberadaan monyet liar tersebut selama sepekan ini. Namun, monyet berukuran besar yang meresahkan warga itu belum juga ditemukan.

Taufik, 45, ketua regu relawan mengatakan, sampai Minggu (18/11) hanya seekor monyet kecil yang tertangkap. Sementara monyet besar yang diduga selama ini menyerang warga, belum tertangkap.

“Ada laporan monyet itu ada di dekat jembatan sungai. Ketika kami ke sana ternyata tidak ada. Kami mencoba merekam jejaknya dengan mencari kotorannya. Namun, belum juga ketemu,” lanjutnya.

Selama monyet besar itu belum tertangkap, ia dan relawan lainya akan terus mencari. “Kalau untuk bayaran tidak ada. Kami kan relawan,” tutur lelaki asal Dringu itu.

Taufik menyebut, monyet besar itu binatang yang cerdas. Saat warga memburu dengan membawa senjata, monyet tersebut tak ditemukan. Saat tidak ada yang memburu, monyet itu keluar.

“Dulu sempat terlihat warga. Ada warga yang sempat menembaknya, namun meleset. Monyet itu kabur dan tidak terlihat lagi,” bebernya.

Sebagai informasi, warga setempat memang sedang diresahkan dengan keberadaan beberapa monyet liar. Ukurannya besar seperti kambing dengan ekor yang panjang serta berwarna abu-abu.

Diduga monyet itulah yang selama ini berulah meresahkan warga. Ada anak kambing yang dibawa naik ke pohon dan dijatuhkan. Lalu, dua monyet peliharaan warga mati usai berkelahi dengan monyet besar itu.

Ada juga ayam yang mati setelah tercabik monyet tersebut. Bahkan, anak SD warga setempat mengalami lima jahitan di kepala karena dicakar. Dan terakhir, bayi berumur 2 bulan dioperasi karena dicakar. (rpd/hn)