Puluhan APK Diturunkan di Kota Pasuruan Ditertibkan Karena Melanggar

PASURUAN – Sosialisasi terkait pemasangan alat peraga kampanye (APK) di Kota Pasuruan, telah dilakukan. Namun, belum semua peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mematuhi aturan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pasuruan masih menemukan sejumlah APK yang dipasang di zona terlarang.

Karenanya, puluhan APK itu terpaksa diturunkan. Sabtu (17/11) malam, Bawaslu menurunkan puluhan APK di sepanjang Jalan A Yani, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Sebagian besar APK itu memuat gambar calon presiden dan calon wakil presiden. Ada juga APK milik calon anggota legislatif. “APK yang kami turunkan sebanyak 62 buah. Sebanyak 61 berbentuk banner,” ujar Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Moh Anas.

Menurut Anas, pemasangan APK itu menyalahi aturan. Sebab, dipasang di zona terlarang. Selain itu, ada juga APK yang dipasang di pepohonan di tepi jalan dengan cara dipaku dan dipasang di tiang listrik. Hal itu sudah jelas tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan peraturan daerah (perda). “Seluruh APK yang berada di zona terlarang kami lepas. Kemudian, kami data dan dibawa ke kantor untuk diamankan,” ujarnya.

Anas juga menyayangkan masih banyaknya APK yang dipasang di zona terlarang. Padahal, pihaknya sudah cukup gencar melakukan sosialisasi. Katanya, pemasangan APK sudah diatur dalam Surat Keputusan tentang Zonasi Pemasangan APK Pemilu 2019.

“Dalam Peraturan KPU Nomor 23/2018 tentang Kampanye juga sudah mengatur hal ini. Setiap APK dilarang dipasang di tempat ibadah, rumah sakit, perkantoran pemerintah, dan lembaga pendidikan,” jelasnya. (tom/fun)