Kunci Puskesmas Kanigaran Jadi Juara 1 Lomba Kebersihan Fasyankes 2018

Ada yang unik di Puskesmas Kanigaran untuk menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Salah satunya melibatkan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk menanam tanaman dengan pupuk organik.

————–

Lomba Kebersihan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Kota Probolinggo telah selesai Kamis (15/11). Para pemenang untuk kategori Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, sudah ditetapkan.

Puskesmas Kanigaran adalah salah satu nominasi Lomba kebersihan Fasyankes. Bahkan menjadi juara pertama untuk kategori puskesmas.

Media ini pun Jumat (16/11) mendatangi Puskesmas Kanigaran. Kondisinya cukup lengang. Maklum, saat itu waktu telah menunjukkan pukul 10.00. Hanya ada beberapa pegawai di puskesmas.

Beberapa petugas yang masih ada di puskesmas antara lain dr Ike Yuliana, koordinator Upaya Kesehatan Perorangan dan Peningkatan Mutu Keselamatan Pasien. Serta Mujiati, sanitarian Puskesmas Kanigaran.

Menurut Mujiati, Puskesmas Kanigaran telah melakukan kegiatan pengolahan limbah organik sejak lama. “Sejak 2016, kami sudah mengolah sampah organik menjadi kompos. Pada tahun 2018 ini kami melibatkan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah hampir kembali normal,” ujarnya.

Keterlibatan ini terutama dalam bentuk menanam tanaman di puskesmas dengan pupuk dari kompos yang telah dibuat di Puskesmas Kanigaran. Selain itu, setiap Kamis ada kerja bakti di puskesmas. Petugas puskesmas wajib membersihkan ruangan masing-masing.

“Tapi, kegiatan ini dilakukan setelah pelayanan, supaya tidak mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Untuk menjaga kualitas pengolahan limbah, puskesmas ini menyiapkan beberapa jenis ikan di tempat pengolahan IPAL. Ikan dilepas untuk memastikan kondisi pengelolaan limbah.

“Ikan ini berupa ikan-ikan sungai. Kalau ikannya masih hidup dan sehat, maka ipalnya bagus,” ujarnya.

Dokter Ike Yuliana membenarkan adanya keterlibatan pasien ODGJ dalam kegiatan bertanam di Puskesmas Kanigaran. “Tapi, ODGJ yang terlibat adalah ODGJ yang sudah hampir sembuh. Mereka perlu dilibatkan dalam kegiatan masyarakat agar tidak kambuh lagi,” ujarnya.

Ada beberapa jenis tanaman yang ditanam seperti sawi, cabai, serta tanaman bumbu dapur lain. Pot yang digunakan ada yang menggunakan polybag. Ada juga yang menggunakan botol bekas air mineral.

“Ini juga bagian dari program kebersihan lingkungan. Memanfaatkan sampah seperti botol bekas untuk media tanam,” ujarnya. (put/hn)